Harga Kratom Kian Anjlok, Petani Anggap Pemda dan DPRD Kapuas Hulu Diam

21 Oktober 2026 13:42 WIB
Ilustrasi -Daun kratom. (Dok IP)

PUTUSSIBAU, insidepontianak.com – Petani kratom di Kapuas Hulu kini dihadapkan pada situasi sulit. Ekonomi mereka kian terjepit akibat harga komoditas ini yang terus anjlok.

Per hari ini, harga daun kratom basah hanya berkisar Rp3.000 per kilogram. Sementara daun kering atau remahan hanya di angka Rp13.000 per kilogram.

Nilai jual itu dianggap tak lagi sebanding dengan tingginya harga kebutuhan pokok, seperti beras, lauk-pauk, hingga bahan bakar minyak yang terus melambung.

“Ekonomi sekarang serba sulit,” keluh Bahrudin, petani kratom di Putussibau, kepada Insidepontianak.com, Rabu (21/10/2026).

Pria berusia 48 tahun itu mengaku sangat kecewa terhadap pemerintah daerah. Pihak eksekutif maupun legislatif dinilai berdiam saat petani menjerit.

“Waktu kampanye mereka janji perjuangkan harga kratom. Tapi, semakin ke sini, harga kratom semakin tak jelas. Adakah mereka memperhatikan nasib rakyat kecil seperti kami?” kesalnya.

Rasa kecewa serupa juga disampaikan Aminah. Ibu rumah tangga 41 tahun itu pun menagih janji para pejabat politik agar tak berhenti memperjuangkan nasib petani kratom.

“Kami mau mengadu ke mana lagi? Dari mana kami bergantung hidup kalau tidak dari kratom? Pemda dan DPRD tolong bantu kesulitan ekonomi kami,” desak Aminah.

Hingga berita ini ditayangkan, Pemda dan DPRD Kapuas Hulu belum memberikan respons atas keluhan warga.

Upaya konfirmasi telah dilakukan. Namun, beberapa anggota dewan yang dihubungi belum memberikan tanggapan.

Begitu pula pihak Pemda melalui instansi terkait juga belum menjawab pesan konfirmasi yang dikirimkan.***

 


Penulis : Teofilusiantus Timotius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar