Lewat Program Electrifying Agriculture PLN, Peternakan di Desa Sejiram Siap Naik Kelas

1 Oktober 2026 16:14 WIB
Peternakan sapi di Desa Sejiram. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com — PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang mendorong pengembangan peternakan di Desa Sejiram, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Pembinaan akan diberikan melalui program Electrifying Agriculture Tahun 2026 bertajuk: Energi untuk Ketahanan Pangan.

Program itu telah disosialisasikan oleh Tim TJSL PLN UP3 Singkawang kepada BUMDes Maju Bersama, pada Rabu (30/9/2026).

Bantuan difokuskan untuk meningkatkan produktivitas Unit Peternakan Sapi BUMDes melalui elektrifikasi sarana produksi.

Dukungan yang diberikan meliputi penyambungan listrik baru daya 5.500 VA, instalasi penerangan kandang, mesin pencacah pakan, pompa air, tandon air, hingga sarana pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik.

Selain fasilitas fisik, PLN juga bakal memberikan pelatihan manajemen usaha peternakan, pembuatan pakan fermentasi, serta pengolahan pupuk organik.

Program ini dihadirkan karena selama ini operasional peternakan masih terhambat keterbatasan listrik dan mengandalkan peralatan manual serta BBM.

Dengan hadirnya listrik negara, biaya produksi usaha bisa lebih efisien, sekaligus membuka peluang pengembangan produk sampingan bernilai tambah.

Dalam proses persiapannya, BUMDes Maju Bersama memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mengurus penyambungan kelistrikan tersebut.

Direktur BUMDes Maju Bersama Desa Sejiram, Bambang Iswanto, mengakui kemudahan layanan digital ini.

"Menggunakan aplikasi PLN Mobile membuat estimasi biaya lebih jelas dan transparan. Kami dapat merencanakan kebutuhan kelistrikan dan anggaran secara lebih terukur," ujar Bambang.

Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengapresiasi kolaborasi pemerintah desa dan BUMDes dalam mendorong pemanfaatan energi listrik untuk kegiatan produktif.

"Electrifying Agriculture bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi bagaimana energi tersebut mampu menjadi penggerak produktivitas, efisiensi, dan kemandirian usaha," ungkap Made.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan, pengembangan pemanfaatan listrik produktif merupakan bagian dari strategi PLN dalam menciptakan nilai bersama dengan masyarakat.

"Melalui Electrifying Agriculture, kami ingin memastikan kehadiran listrik tidak berhenti pada akses, tetapi menjadi enabler bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan," tutur Maria.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar