938 Hektare Lahan Pertanian Sanggau Terdampak Kekeringan, Fraksi Demokrat Desak Bantuan Petani

28 September 2026 16:03 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan, Kancilkus, menyerahkan naskah pendapat akhir fraksinya kepada Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki disaksikan Bupati Sanggau Yohanes Ontot disela-sela Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi terhadap APBD Perubahan Kabupaten Snaggau tahun 2026/IST

SANGGAU, insidepontianak.com -- Luas lahan pertanian di Kabupaten Sanggau yang terdampak kekeringan mencapai 938,75 hektare. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sanggau karena berpotensi menyebabkan gagal panen dan kerugian bagi para petani.

Hal tersebut disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Sanggau, Leonardo Agustono Hamanangan Silalahi, dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD Perubahan Kabupaten Sanggau Tahun Anggaran 2026, Senin (28/9/2026).

Leonardo mengatakan, pengoperasian bantuan pompa air dan penyesuaian jadwal tanam saja tidak cukup untuk mengatasi dampak kekeringan yang dialami para petani.

“Pengoperasian bantuan pompa air dan penyesuaian jadwal tanam saja tidak cukup. Pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi dan bantuan bagi petani yang terdampak kekeringan,” kata Leonardo.

Fraksi Partai Demokrat mendesak pemerintah daerah menyiapkan alokasi cadangan bantuan serta sarana dan prasarana produksi pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan bantuan benih pasca kemarau bagi petani yang mengalami gagal panen.

Fraksi Partai Demokrat turut mendorong pemerintah daerah menyiapkan skema jaring pengaman sosial serta stimulus finansial bagi kelompok tani yang mengalami kerugian akibat gagal panen.

“Pemerintah daerah perlu menyiapkan bantuan benih pascagemarau, sarana dan prasarana produksi, serta skema jaring pengaman sosial dan stimulus finansial bagi kelompok tani yang mengalami kerugian akibat gagal panen,” ujarnya.

Leonardo menegaskan, penanganan dampak kekeringan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik saat kondisi kekeringan berlangsung maupun setelah musim kemarau berakhir.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar petani yang terdampak dapat kembali menjalankan usaha pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Sanggau. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar