Bupati Ontot Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Akhlak dan Inovasi

22 Oktober 2026 14:18 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Pengibaran bendera merah putih pada peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Halaman Kantor Bupati Sanggau./IST

SANGGAU, insidepontianak.com -- Bupati Sanggau Yohanes Ontot memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Kantor Bupati Sanggau, Kamis (22/10/2026).

Mengenakan kain sarung dan jas abu-abu tua, Ontot membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menekankan peran penting santri, ulama, serta pengasuh pesantren dalam membangun bangsa.

Ontot mengatakan, santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus berperan penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, pesantren diharapkan tidak hanya membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga pengetahuan, teknologi, dan keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.

“Para santri harus dididik terkait akhlak, ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka juga perlu mempersiapkan diri agar mampu berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ontot.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pesantren terus diperkuat untuk mendukung pembangunan, terutama dalam menyiapkan generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

Menurutnya, santri menjadi salah satu kunci mewujudkan Indonesia Emas 2045. Nilai-nilai akhlak mulia yang diajarkan di pesantren diharapkan dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita berharap santri menjadi garda terdepan dalam menyebarkan akhlak mulia, bersikap santun, rajin beribadah, serta mampu menjadi pelopor dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Madrais, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan pondok pesantren atas dukungan terhadap pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2026.

Ia mengajak seluruh santri mengamalkan pesan Menteri Agama dengan meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, tidak sekadar menuntut ilmu di pesantren.

“Santri bukan hanya menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu berkiprah di masyarakat untuk mengisi pembangunan, terutama dengan memiliki akhlak dan integritas yang baik,” kata Madrais.

Ia juga mengingatkan para santri untuk menjaga kerukunan, membudayakan sikap santun, dan menjadi pelopor kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Sanggau Aswin Khatib, jajaran Kementerian Agama, BAZNAS Sanggau, pimpinan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, siswa madrasah, serta ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sanggau. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar