Teraju Minta Polisi Tak Ragu Proses Oknum Dewan Mempawah Jika Terbukti Bakar Lahan
PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur Teraju, Agus Sutomo, mendorong Polres Mempawah tidak ragu memproses oknum anggota DPRD yang diduga membakar lahan.
Ia menegaskan, siapa pun harus ditindak jika buktinya cukup. Sebab, kebakaran lahan berdampak luas. Asapnya mengancam kesehatan. Aktivitas perekonomian juga terganggu.
"Karena itu, kalau bukti sudah lengkap dan kuat, tidak ada alasan bagi kepolisian untuk tidak menahan pelaku. Apa pun statusnya, apa pun jabatannya!" tegas Agus Sutomo.
Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti, bukan status sosial maupun jabatan seseorang.
Kasus dugaan pembakaran lahan yang melibatkan oknum anggota dewan tersebut diketahui telah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Peningkatan status penanganan perkara itu diambil setelah polisi melakukan gelar perkara, memeriksa saksi, mengumpulkan alat bukti, dan olah TKP melibatkan laboratorium forensik.
Sutomo mengapresiasi. Harapannya, proses hukum berlanjut. Prinsip kesetaraan (equality before the law) wajib diterapkan kepada siapa pun.
"Jangan masyarakat biasa yang langsung ditangkap, padahal mereka hanya disuruh. Sementara yang ini tidak," ujarnya mengingatkan.
Agus juga mengingatkan kepolisian profesional dalam menangani perkara ini. Prosesnya harus transparan, proporsional.
"Hukum harus adil. Jika bukti sudah cukup, maka tindakan hukum wajib dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
“Apakah anggota DPRD, bupati, maupun gubernur, kalau terbukti melakukan pelanggaran, harus ditindak," lanjutnya.
Adapun oknum anggota DPRD Mempawah yang diduga sengaja membakar lahan tersebut bernama Choirussaib.
Kasus ini terungkap berawal dari unggahan videonya di media sosial saat berada di lokasi kebun sawit yang telah terbakar.
Dalam rekaman itu, ia menyebut akan membakar bagian lahan yang tersisa dan berencana menanam sawit.
Video tersebut mendadak viral di media sosial. Warganet dibuat geregetan. Sebab, situasi karhutla sudah menjadi bencana. Sementara, ada oknum pejabat justru ‘pamer video’ akan membakar lahan.
Usai ramai diperbincangkan, Choirussaib muncul memberikan klarifikasi. Ia meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Lahan yang terbakar diakui sebagai miliknya.
Menurutnya, lahan tersebut sudah terbakar sejak 1 September 2026, tetapi tidak seluruhnya dilahap api.
Masih tersisa kayu-kayu yang kemudian dibersihkan, ditebang, dikumpulkan, lalu dibakar lagi pada 17 September 2026.
"Intinya, saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari bekas-bekas kebakaran. Jadi, lahan saya itu sudah terbakar semuanya," ujarnya.
Ia juga membantah adanya pembakaran yang merembet ke lahan lain, serta mengklaim lahan di sisi kanan dan kirinya telah terbakar sebelumnya.
"Jadi tidak ada merembet ke mana-mana," katanya.
Tumpukan kayu yang dibakar pun disebut dilakukan oleh temannya. Sementara ia mengaku hanya sekadar membuat rekaman.
"Yang membakar itu teman saya. Saya hanya iseng bikin video, itulah kesalahan saya," ujarnya.
Meski sudah menyampaikan klarifikasi, kepolisian memastikan proses hukum tetap berjalan hingga kini penanganannya resmi dinaikkan ke tahap penyidikan.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment