Di Balik Simbol Lampion Raksasa Menyambut Tahun Kuda Api

16 Februari 2026 13:16 WIB
Dua lampion raksasa berdiri di tengah halaman Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Senin (16/2/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Dua lampion raksasa berdiri mencolok di halaman Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya. Merahnya menyala. Mengundang orang singgah. Penanda Imlek segera tiba.

Diameter lampion raksasa itu sekitar 7,6 meter. Tingginya 4,6 meter. Rangkanya terbuat dari bambu dan rotan. Dikerjakan hampir dua minggu.

Pengrajinnya bukan orang khusus. Para pengurus vihara merangkainya sendiri. Pelan. Sabar. Sambil bercakap, hingga terbentuk lingkar merah sempurna.

Bagi warga Tionghoa, lampion bukan sekadar hiasan Imlek. Tapi simbol penerang jalan kehidupan. Cahayanya menuntun manusia setelah lelah dunia.

“Artinya menerangi kita semua,” kata Wakil Ketua Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie, Agus Vedi, Senin (16/2/2026).

Bentuk lampion bulat—tanpa sudut, tanpa ujung—juga sarat pesan. Maknanya, siapa pun boleh datang. Semua diterima. Tak ada yang terpotong.

Di dinding kain merah yang membalut, tertulis: hoki. Berarti keberuntungan. Satu kata penuh doa: cukup sehat, cukup rezeki, cukup tenteram.

Ukuran lampion tiap tahun pun dibuat makin besar. Bukan untuk pamer. Tapi mengikuti ramainya orang datang. Ada yang berfoto. Ada yang duduk lama tanpa bicara. Ada anak-anak berlari mengitari bayangannya.

Tak ketinggalan, payung-payung hias turut dipasang. Ornamen kemeriahan menghiasi vihara. Seperti rumah yang menunggu semua orang berkumpul.

“Supaya Imlek terasa hidup,” ujar Agus.

Persiapan dikerjakan bersama: pengurus, umat, juga warga sekitar bergotong-royong.
Halaman ditata. Toleransi pun mengikutinya.

Malam pergantian tahun dimulai dengan sembahyang pukul 23.00 WIB. Setelahnya barongsai dan naga beraksi.

Pertunjukan itu bukan sekadar hiburan. Melainkan doa yang bergerak, membersihkan yang buruk dan membuka yang baik.

Tepat tengah malam, kembang api dihidupkan. Naik memecah langit. Suara keras dipercaya menakuti sial tahun lama. Dentumannya menandai: yang buruk selesai sampai di sini.

Tahun Baru Imlek 2026 adalah Shio Kuda Api. Api berarti tenaga hidup. Kuda berarti langkah maju. Keduanya menjadi harapan keberanian melangkah ke depan.

“Semoga semangat lebih kuat, usaha lancar,” ucap Agus.

Nanti malam, cahaya lampion tidak hanya menerangi halaman vihara.
Ia menyala pada wajah-wajah yang datang—orang-orang yang diam-diam selalu mencari tempat untuk pulang. ***


Penulis : Gregorius
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar