Perempuan Rantau Panjang Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat KWT “Kembang Desa”

20 April 2026 13:01 WIB
Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kembang Desa di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki/IST

LANDAK, Insidepontianak.com - Perempuan di Dusun Sungai Pogok, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Sebangki, mulai mengambil peran dalam memperkuat ekonomi keluarga melalui pembentukan Kelompok Tani Wanita (KWT) “Kembang Desa” yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya lokal.

Kelompok ini hadir sebagai wadah bagi ibu rumah tangga untuk terlibat dalam aktivitas produktif, terutama yang berbasis pemanfaatan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Ketua KWT “Kembang Desa”, Syamsiyah, menyebut kelompok ini dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung ekonomi keluarga.

“Kami sangat bersyukur KWT Kembang Desa ini akhirnya terbentuk. Harapan kami, kelompok ini bisa menjadi wadah bagi ibu-ibu untuk belajar, berkembang, dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui KWT perempuan desa didorong untuk mengelola pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.

Konsep yang diterapkan mengacu pada Pekarangan Pangan Lestari (P2L), dengan pemanfaatan lahan skala rumah tangga untuk menanam berbagai komoditas seperti sayuran, rempah, hingga tanaman pangan lainnya.

Syamsiyah juga mengatakan, selain untuk konsumsi keluarga, hasil dari pemanfaatan pekarangan tersebut juga berpotensi untuk dijual, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan.

KWT “Kembang Desa” juga menjadi ruang bagi perempuan untuk saling berbagi pengetahuan dan keterampilan, baik dalam budidaya tanaman maupun pengolahan hasil pertanian.

Ia menyebut, keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga.

“Kami juga siap mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan, terutama melalui pemanfaatan pekarangan yang bisa ditanami berbagai kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Keberadaan KWT ini menunjukkan bahwa perempuan desa memiliki peran strategis dalam mengelola sumber daya lokal menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan berbasis rumah tangga, aktivitas yang dilakukan dinilai lebih mudah dijalankan dan berpotensi berkembang sesuai kebutuhan serta kemampuan anggota kelompok. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar