HUT ke-131 Putussibau, Pagar Waterfront Bersolek Semak Belukar, Dinas Kebersihan: Kita Terbatas Tenaga
KAPUAS HULU, insidepontianak.com – Kabupaten Kapuas Hulu tengah merayakan hari jadi ke-131 Kota Putussibau, tepat pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026.
Namun sayangnya, kado ulang tahun kota kali ini diwarnai oleh pemandangan fasilitas publik yang tak menunjukkan kemajuan.
Waterfront Siluk, ruang terbuka yang menjadi ikon kebanggaan di tepian Sungai Kapuas, mendadak ramai diperbincangkan warga.
Alih-alih bersolek rapi, pagar pembatas yang dibangun dengan anggaran yang tak kecil justru dirayapi semak belukar. Sampah berserakan. Lampu taman juga rusak.
Ironisnya, pemandangan terbengkalai itu tersaji persis di depan Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu.
"Heran juga kita lihat, masa rumput sampai melilit pagar tidak dibersihkan. Padahal hari ini HUT Kota Putussibau," kritik Mohammad Rahmat, warga setempat yang sedang berolahraga pagi, Senin (1/6/2026).
Sebagai ikon pertama yang menyambut pendatang saat melintasi Jembatan Kapuas di Putussibau, kondisi ini dinilai memalukan wajah kota.
Rahmat menyayangkan agenda HUT yang digelar Pemda hanya fokus pada hiburan, ketimbang menyentuh esensi kebersihan lingkungan.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Yuni, warga lainnya. Ia menilai Pemda abai merawat aset daerah.
“Jangankan memasang umbul-umbul pemeriah suasana, memotong rumput yang merusak estetika kota saja luput dari perhatian,” ujarnya kecewa.
Padahal, taman alun-alun Waterfront Siluk merupakan urat nadi aktivitas warga. Ruang publik ini selalu padat sebagai arena olahraga di pagi hari, serta pusat kuliner dan tempat santai menikmati matahari terbenam saat senja.
Lantas, bagaimana respons pemerintah daerah menanggapi kritik ini?
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kapuas Hulu, Jantau menjelaskan pihaknya tidak bermaksud membiarkan kondisi kumuh di Waterfront Siluk.
"Petugas kami sedang mengerjakan lokasi yang lain. Setelah itu baru bisa membersihkan Waterfront Siluk. Kita terbatas tenaga kebersihan," kata Jantau singkat kepada insidepontianak di Putussibau, Senin (1/6/2026).
Ia berharap masyarakat bisa memahami keterbatasan yang dihadapi dinasnya. Di sisi lain, ia juga menuntut kesadaran balik dari pengunjung untuk tidak mengotori ikon kota tersebut.
"Kita juga inginkan kesadaran pengunjung sama-sama menjaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan, sebab kami sudah siapkan tempatnya," pungkas Jantau.***
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -
Tags :

Leave a comment