Gubernur dan Wagub Kalbar Juga Terdampak Pemadaman Listrik, PLN Perkirakan Penanganan 7 Hari
PONTIANAK, insidepontianak.com - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Pontianak dalam dua hari terakhir tak hanya bikin warga kalut.
Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan, juga merasakan hal yang sama. Gangguan listrik menghambat aktivitas mereka.
“Rumah Bapak juga mati tadi malam 5 jam,” keluh Norsan kepada Insidepontianak.com, Sabtu (4/7/2026).
Sebagai kepala daerah, ia memastikan keresahan publik sudah ditindaklanjuti. PLN didesak bergerak cepat menangani akar persoalannya agar pemadaman tidak berlarut.
“Mesin yang rusak sedang diperbaiki petugas. Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Takutnya ada hubungannya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, mengisyaratkan akan memanggil manajemen PLN Kalbar untuk meminta penjelasan utuh.
“Saya akan panggil mereka untuk mendengarkan langsung apa permasalahan sebenarnya,” cetus Krisantus.
Merespons situasi tersebut, Manajer Komunikasi PLN UID Kalbar, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan pemadaman dipicu oleh merosotnya kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalbar.
“Ada gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar,” papar Mukhlis.
Akibatnya, pasokan daya ke sistem interkoneksi menjadi pincang. Demi mencegah kerusakan lebih luas, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir dan terukur di sejumlah wilayah.
Mukhlis memastikan, problem ini murni masalah teknis mesin. Stok energi primer dan pasokan batu bara digaransi aman terkendali.
Saat ini, PLN pun tengah mengerahkan seluruh tim ahli untuk memaksimalkan pembangkit cadangan yang tersedia agar pemadaman tidak meluas.
“Termasuk meminta pasokan daya dari mitra kerja demi memperkecil area pemadaman,” jelasnya.
Sementara, proses perbaikan kerusakan mesin pembangkit butuh waktu. Menurut Mukhlis, setidak-tidaknya satu minggu.
“Kami berharap pemulihan bisa selesai lebih cepat,” ujarnya.
Ia pun memastikan PLN akan terus memperbarui perkembangan perbaikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan dan media.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan,” pungkasnya.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment