Bupati Melawi Minta 169 Desa Siaga Karhutla, Aktifkan Kelompok Masyarakat Peduli Api

18 Agustus 2026 15:11 WIB
Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa mengecek peralatan penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Istimewa)

MELAWI, insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Melawi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab, musim kemarau belum berlalu. Pemerintah desa, aparat keamanan, perusahaan, hingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa menegaskan, pencegahan dan penanganan karhutla harus dilakukan dengan kesadaran bersama.

“Penanggulangan bukan hanya tugas BPBD, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Penanganan Bencana Karhutla, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, setiap potensi kebakaran perlu dikenali dan diantisipasi sejak awal agar titik api tidak berkembang menjadi bencana yang sulit dikendalikan.

“Jauh lebih baik kita mencegah satu titik api daripada harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” ujarnya.

Sebagai langkah mitigasi, Bupati meminta koordinasi antarinstansi diperkuat dan wilayah rawan dipetakan dengan akurat.

Selain itu, 169 pemerintah desa diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Kelompok masyarakat peduli api harus diaktifkan kembali.

“Tingkatkan juga sosialisasi kepada masyarakat dan buat sistem pelaporan yang cepat apabila ditemukan indikasi munculnya titik api di wilayah masing-masing,” pesannya.

Para camat juga diminta menjalankan fungsi koordinasi secara maksimal dengan menghubungkan pemerintah desa, masyarakat, TNI-Polri, dan perusahaan.

“Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat ditangani sebelum berkembang lebih luas,” tuturnya.

Dukungan perusahaan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla diharapkan tidak hanya hadir ketika kebakaran sudah terjadi.

Sektor swasta diminta bergerak sejak tahap pencegahan melalui patroli, penyediaan peralatan, dukungan personel, pelatihan, komunikasi, serta penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api.

“Pola penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu,” ujarnya.

Pemerintah desa bersama masyarakat menjadi garda terdepan, perusahaan ikut memperkuat kemampuan di lapangan, sedangkan BPBD berperan mengoordinasikan sistem penanggulangan secara menyeluruh.

Bupati juga mengingatkan bahwa perilaku manusia dalam membuka lahan dengan cara membakar harus menjadi perhatian serius. Edukasi mengenai bahaya karhutla perlu terus digencarkan.

Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen untuk menjadikan kesiapsiagaan karhutla sebagai gerakan berkelanjutan.

“Cegah, siaga, respon cepat, padamkan sejak dini,” tegasnya.

Adapun apel siaga dihadiri jajaran Forkopimda, Dandim 1205/Sintang, kepala perangkat daerah, hingga para camat.

Sedangkan pasukan apel terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, BSPBK Nanga Pinoh, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar