Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Dorong Penerima Manfaat Mandiri Secara Ekonomi

18 Agustus 2026 16:27 WIB
Wakil Bupati Kalbar, Krisantus Kurniawan foto bersama usai membuka kegiatan pemberdayaan pelatihan keterampilan yang digelar BPJS Ketenagakerjaan. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com — Setiap tahun, ratusan ribu keluarga kehilangan sosok pekerja yang menjadi tulang punggung utama.

Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ada pula yang berpulang karena sakit. Di balik duka, muncul kekhawatiran besar: bagaimana keluarga yang ditinggalkan dapat melanjutkan hidup?

Di titik itulah jaminan sosial ketenagakerjaan hadir. Ia tak sekadar memberi santunan, tetapi juga mendampingi keluarga peserta agar kembali berdaya, terampil, dan mandiri secara ekonomi.

Semangat inilah yang diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang diluncurkan serentak di seluruh Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Program ini sejalan dengan semangat kemerdekaan untuk terus maju dan berdaya dengan dengan mengusung filosofi: Value Beyond Protection.

PEKA dirancang memberikan pelayanan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang tidak berhenti saat klaim dicairkan. Langkah ini sekaligus mendukung Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menegaskan bahwa risiko yang dialami pekerja membawa dampak besar bagi ketahanan ekonomi keluarga.

“Melalui program ini, kami ingin membantu setiap keluarga agar memiliki bekal untuk bangkit dan menatap masa depan dengan optimistis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PEKA memberikan pelatihan kewirausahaan, peningkatan kompetensi, literasi keuangan, hingga pendampingan usaha yang disesuaikan dengan potensi daerah.

Untuk memaksimalkan dampaknya, BPJS Ketenagakerjaan merangkul pemerintah daerah, kementerian, perbankan, perguruan tinggi, hingga komunitas usaha dalam program pembinaan.

“Keterampilan yang didapat harus benar-benar menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan mandiri. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak,” tambahnya.

Di Pontianak, program PEKA diikuti 30 penerima manfaat dalam bentuk Pelatihan Pembuatan Dimsum.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Provinsi Kalimantan Barat.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang juga memberikan motivasi kepada para ahli waris.

“Santunan yang diterima hendaknya dikelola secara produktif sebagai modal membangun usaha,” pesan Krisantus.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Suhuri menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen nyata dari program Jamsostek dalam menghadirkan dampak berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan penerima manfaat di Pontianak memiliki kesempatan untuk kembali berdaya dan membangun sumber penghasilan mandiri,” pungkas Suhuri.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar