Heboh Isu Tol Pontianak–Mempawah Dicoret, Syarif Abdullah: Itu Tidak Benar!
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie, meluruskan isu yang menyebut proyek Jalan Tol Pontianak–Mempawah dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurutnya, kabar tersebut tidak benar karena proyek itu memang belum pernah ditetapkan sebagai PSN.
Namun, dia hadirnya proyek tersebut terus diperjuangkan untuk mengatasi kemacetan.
Penegasan itu disampaikan Syarif Abdullah usai memimpin kunjungan kerja Banggar DPR RI di Kalimantan Barat, Rabu (15/7).
"Kalau ada yang mengatakan jalan tol itu dicoret dari PSN, itu tidak benar. Karena memang jalan tol itu belum masuk PSN, belum masuk Proyek Strategis Nasional," tegas Ketua DPW Nasdem Kalbar ini.
Walau belum berstatus PSN, Syarif memastikan DPR RI tetap mendorong realisasi pembangunan ruas tol yang menghubungkan Pontianak, Mempawah hingga kawasan Pelabuhan Internasional Kijing.
Menurutnya, keberadaan jalan tol menjadi kebutuhan mendesak seiring mulai beroperasinya Pelabuhan Kijing sebagai pintu ekspor Kalimantan Barat. Jika hanya mengandalkan jalan nasional yang ada saat ini, arus kendaraan logistik dikhawatirkan akan memicu kemacetan dan menghambat distribusi barang.
"Jalan Pontianak-Mempawah menuju Kijing harus menjadi perhatian karena di sana ada pelabuhan internasional. Kalau pelabuhan sudah beroperasi penuh sementara jalannya masih seperti sekarang, tentu akan terjadi kemacetan," ujarnya.
Syarif menambahkan, pembangunan konektivitas menuju Pelabuhan Kijing juga direncanakan terintegrasi dengan pembangunan Jembatan Kapuas III sebagai bagian dari jalan lingkar luar Kota Pontianak.
Ia mengungkapkan, secara perencanaan proyek Jembatan Kapuas III telah selesai dan telah masuk dalam rencana umum Kementerian Pekerjaan Umum.
Namun, realisasi pembangunan masih bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah di tengah tekanan ekonomi global.
"Ide dan perencanaannya sudah selesai. Jembatan Kapuas III juga sudah masuk dalam rencana umum Kementerian PU sebagai bagian dari jalan lingkar luar Pontianak. Tinggal bagaimana kemampuan fiskal kita untuk merealisasikannya," katanya.
Menurut Syarif, kondisi geopolitik global yang berdampak terhadap keuangan negara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi percepatan pembangunan sejumlah proyek infrastruktur nasional.
Meski demikian, ia menegaskan Banggar DPR RI akan terus mendorong pembangunan konektivitas strategis Kalbar karena dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Kijing sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. (Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment