30 Paskibraka Landak Jalani Diklat, TNI-Polri dan Tim Medis Dilibatkan
LANDAK, Insidepontianak.com - Sebanyak 30 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Landak menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) sebagai persiapan menghadapi upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Selama masa pelatihan, peserta mendapat pembinaan dari instruktur TNI dan Polri dengan pengawasan kesehatan selama 24 jam.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Landak, Yosef, mengatakan pelatihan difokuskan pada pembentukan disiplin, kemampuan baris-berbaris, kesiapan fisik, serta penguatan mental dan jiwa kepemimpinan peserta.
"Teknis pelatihan, kita menggunakan pelatih dari TNI dan Polri. Mereka melatih peserta baik secara PBB maupun keterampilan lainnya, termasuk pembinaan fisik agar benar-benar siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengibar bendera pada 17 Agustus," kata Yosef, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, pelaksanaan diklat dipusatkan di Hotel Hanura. Setelah mengikuti pelatihan terpusat, peserta dijadwalkan menjalani latihan lapangan di halaman Kantor Bupati Landak, termasuk latihan gabungan formasi 45 sebagai simulasi menjelang pelaksanaan upacara.
"Latihan di depan kantor Bupati dari tanggal 3-15 Agustus. Jadi tanggal 11 dengan 13 itu latihan gabungan. Formasi 46 itu," jelasnya.
Selain membekali kemampuan teknis, diklat juga bertujuan membentuk karakter generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, nasionalisme, solidaritas, serta kesiapan fisik dan mental dalam menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka.
"Sekaligus memastikan kesiapan fisik dan mental peserta agar mampu menjalankan tugas secara maksimal," ujarnya.
Yosef menegaskan seluruh proses pelatihan mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Karena itu, metode pembinaan lebih mengedepankan keselamatan peserta dan tidak lagi menerapkan latihan fisik yang berlebihan.
"Kita sudah memiliki aturan dari BPIP sebagai standar dalam melatih. Jadi tidak lagi seperti dulu. Yang sifatnya fisik berlebihan tidak ada," katanya.
Untuk mendukung kelancaran pelatihan, Yoesef mengatakan, panitia menyiagakan tim medis selama 24 jam.
Seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti kegiatan, sementara peserta yang mengalami keluhan akan langsung mendapat penanganan.
"Kesehatan mereka terus dipantau. Tim medis siaga 24 jam. Sebelum latihan semua sudah dicek kesehatannya, dan kalau ada keluhan langsung ditangani," kata Yosef.
Yosef juga menambah, bahwa tahun ini Kabupaten Landak juga mengirimkan satu putra dan satu putri terbaik untuk mewakili daerah sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
"Tahun ini, Kabupaten Landak juga mengirimkan satu putra dan satu putri terbaik sebagai anggota paskibra di tingkat Provinsi," pungkasnya. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment