Gubernur dan Wagub Kalbar Ikut Terdampak Listrik Padam, PLN Ungkap Penyebabnya
PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat ternyata juga dirasakan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan.
Gubernur Ria Norsan mengungkapkan rumah pribadinya mengalami pemadaman listrik selama sekitar lima jam pada Jumat malam.
"Rumah Bapak juga mati tadi malam sekitar lima jam. Mesin yang rusak sedang diperbaiki," kata Ria Norsan kepada insidepontianak.com, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Norsan, ia telah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengetahui penyebab gangguan tersebut. Bahkan, ia juga berkomunikasi dengan Pertamina guna memastikan tidak ada kaitan dengan pasokan energi.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina, takutnya ada hubungannya," ujarnya.
Hal serupa dialami Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan. Ia mengatakan rumahnya juga mengalami pemadaman selama kurang lebih lima jam.
Krisantus mengaku akan meminta penjelasan langsung dari PLN terkait penyebab gangguan listrik yang terjadi di berbagai daerah.
"Saya akan panggil PLN untuk mendengarkan apa permasalahan sebenarnya," tegasnya.
Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, menjelaskan pemadaman terjadi akibat gangguan teknis pada salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas besar.
Menurutnya, ditemukan kebocoran pada boiler pembangkit sehingga kemampuan pasok listrik di Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat menurun dan belum dapat beroperasi secara maksimal.
Untuk menjaga keandalan sistem serta mencegah gangguan yang lebih luas, PLN terpaksa melakukan pengaturan pasokan listrik atau pemadaman bergilir di sejumlah wilayah sesuai kebutuhan operasional.
Mukhlis menegaskan gangguan tersebut tidak disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer. Saat ini, ketersediaan bahan bakar pembangkit dipastikan dalam kondisi aman.
PLN, lanjutnya, terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada dengan mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja agar dampak pemadaman terhadap pelanggan dapat diminimalkan.
Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu hingga pembangkit kembali beroperasi normal.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan," jelas Mukhlis.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta berjanji akan terus memberikan informasi terbaru mengenai proses pemulihan melalui kanal komunikasi resminya.
Penulis : Dina Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment