Antrean BBM di APMS Semitau Gunakan Jeriken, Warga Nyaris Baku Hantam
KAPUAS HULU, insidepontianak.com - Sebuah video peristiwa antrean bahan bakar minyak (BBM) di APMS Kecamatan Semitau, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu viral di media sosial.
Dari video yang beredar sejumlah pengantre BBM nyaris baku hantam dan terlihat sejumlah jeriken juga berjejer yang diduga digunakan untuk antre di APMS tersebut.
Kejadian itupun, dibenarkan oleh pihak kepolisian, namun belum dipastikan penyebabnya.
"Yang jelas kejadian tersebut benar adanya di APMS Kecamatan Semitau, untuk penyebabnya belum diketahui," kata Kasi Humas Polres Kapuas Hulu, Iptu Jamali, dihubungi Insidepontianak, di Putussibau, Kamis (24/09/2026).
Menurut Jamali, Kapolsek Semitau belum bisa memberikan informasi terkait kejadian tersebut, dikarenakan masih berada di lapangan melakukan pengecekan titik api atau hotspot.
Meskipun demikian, Jamali mengimbau agar masyarakat saling menahan diri, tidak terprovokasi satu sama lainnya serta bijak dalam menyikapi situasi.
Jamali juga menekankan kepada pengelolaan APMS Semitau agar mengatur sebaik-baiknya penyaluran BBM kepada masyarakat agar tidak terjadi gangguan Kamtibmas atau hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, pihak APMS Semitau, Sasmito menjelaskan keributan tersebut sesama warga yang mengantre.
"Itu keributan sesama warga yang tidak mau tertib saat antre, biarkan saja," singkatnya.
Diketahui, Pemda Kapuas Hulu sebelum telah membentuk Satgas yang melibatkan semua pihak termasuk aparat penegak hukum untuk mengawasi penyaluran BBM subsidi.
Bahkan Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan sudah mengeluarkan surat edaran yang bersifat imbauan agar harga BBM subsidi jenis pertalite tidak dijual diatas Rp15 ribu perliter ditingkat pedagang kios pengecer.
Pantauan Insidepontianak, sampai saat ini hampir di seluruh APMS atau SPBU terjadi antrean panjang yang dikuasai oleh sekelompok pengantre dengan tujuan BBM subsidi dijual kembali.
Sedangkan harga BBM pertalite di tingkat pengecer di Kapuas Hulu saat ini berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter, bahkan disejumlah desa dan pelosok pertalite di atas Rp25 ribu per liter. (*)
Penulis : Teofilusianto Timotius
Editor : -

Leave a comment