Selat Hormuz Masih Ditutup, Rupiah Tertekan ke Rp16.920 per Dolar AS

25 Maret 2026 10:39 WIB
Ilustrasi - Petugas bank menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah. (Antara)

JAKARTA, insidepontianak.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan Rabu (25/3/2026).

Rupiah turun 22 poin ke level Rp16.920 per dolar AS. Pelemahan ini setara 0,13 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.898 per dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut tekanan datang dari sentimen global. Salah satunya penutupan Selat Hormuz.

“Sentimen umum masih risk off. Harga minyak tinggi. Selat Hormuz masih ditutup. Investor masih berhati-hati memantau perkembangan,” ujarnya mengutip Antara.

Situasi ini dipicu konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan Sputnik menyebut Iran tetap membuka jalur bagi kapal yang tidak berafiliasi dengan AS dan Israel.

Namun, ketegangan membuat distribusi energi global terganggu. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke pasar dunia.

Penutupan jalur ini langsung memukul ekspor dan produksi energi. Harga minyak pun melonjak. Minyak West Texas Intermediate berada di kisaran 88 dolar AS per barel.

Sementara Brent crude menyentuh 98 dolar AS per barel. Di tengah tekanan, muncul harapan de-eskalasi.

Anadolu Agency melaporkan Donald Trump menunda serangan terhadap infrastruktur energi selama lima hari.

Trump menyebut komunikasi dengan Teheran berlangsung baik dalam dua hari terakhir. Namun klaim itu dibantah Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ia menegaskan tidak ada negosiasi dengan AS. Pemerintah dan rakyatnya diklaim solid menghadapi tekanan hingga tujuan mereka tercapai.(ant)***


Penulis : Abdul/Antara
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar