Jelang Iduladha 2026, Harga Daging dan Cabai di Sambas Mulai Merangkak Naik
SAMBAS, insidepontianak.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Sambas mulai mengalami kenaikan. Komoditas yang paling terdampak yakni daging sapi, telur ayam ras, serta beberapa jenis cabai.
Kepala Bidang Perdagangan Diskumindag Sambas, Suparno, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga di pasar guna memastikan kondisi kebutuhan pokok masyarakat tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.
“Pemantauan harga rutin kami lakukan agar perkembangan harga di lapangan tetap terkontrol dan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jelas,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan data perubahan harga yang dihimpun Diskumindag Sambas, harga daging sapi mengalami kenaikan dari Rp170 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram atau naik sekitar 5,88 persen.
Sementara itu, telur ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp28 ribu menjadi Rp29 ribu per kilogram.
Kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar naik dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram.
Cabai merah keriting naik dari Rp70 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram.
"Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil. Harga beras premium masih bertahan di angka Rp18.500 per kilogram, beras medium Rp15.667, dan beras lokal Rp14 ribu per kilogram, " katanya.
Selain itu, harga gula pasir curah masih berada di kisaran Rp19 ribu per kilogram dan Minyakita tetap di harga Rp15.700.
Komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, ikan segar kembung, dan ikan tongkol juga belum mengalami perubahan harga signifikan.
Suparno menilai kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Sambas masih tersedia dengan harga yang relatif terkendali meski terjadi peningkatan permintaan menjelang Iduladha.
Diskumindag Sambas kata dia, memastikan pengawasan harga akan terus dilakukan, khususnya pada komoditas yang rawan mengalami lonjakan harga saat momentum hari besar keagamaan.
“Kalau ada gejolak harga yang cukup tinggi, tentu akan segera kami koordinasikan agar bisa diambil langkah cepat,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment