Bangun 8 Ruang Kelas SDN 10 Ngabang, Karolin Kucurkan Rp1,78 Miliar

14 Agustus 2026 14:28 WIB
Bupati Karolin, saat meninjau bangunan baru di SDN 10 Ngabang.

NGABANG, Insidepontianak.com - Pemerintah Kabupaten Landak mengalokasikan Rp1,78 miliar untuk menambah 8 ruang kelas baru di SD Negeri 10 Ngabang..

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyebut penambahan ruang belajar menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di tengah keterbatasan kapasitas sekolah.

Anggaran pembangunan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Landak Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp1.789.021.485.

Pengerjaan dilakukan selama 120 hari kalender dan delapan ruang kelas kini telah digunakan pada tahun ajaran baru.

Karolin mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan tidak bisa dipandang sebatas proyek fisik.

Penambahan ruang kelas harus menjawab kebutuhan nyata sekolah, terutama ketika jumlah siswa tidak lagi sebanding dengan kapasitas ruang belajar yang tersedia.

"Pendidikan ini adalah gerbang menuju kemajuan. Tanpa pendidikan, jangan harapkan suatu daerah itu akan maju. Tanpa pendidikan yang baik, tidak ada negara yang bisa maju," katanya, Jumat (14/8/2026).

Pembangunan delapan ruang kelas itu juga berkaitan dengan ketentuan kapasitas maksimal 28 siswa dalam satu kelas. Pemerintah daerah menilai penambahan ruang menjadi penting agar kepadatan siswa tidak mengganggu proses belajar mengajar.

Karolin mengatakan investasi pemerintah di sektor pendidikan harus diarahkan pada kebutuhan yang langsung dirasakan sekolah dan siswa.

Menurutnya, ketersediaan ruang belajar merupakan salah satu bagian dasar dari layanan pendidikan yang tidak boleh diabaikan.

Namun, Karolin mengingatkan bahwa pembangunan gedung saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana yang bertambah harus diikuti kemampuan guru menyesuaikan cara mengajar dengan karakter anak-anak saat ini.

"Generasi Alpha itu lahir di zaman modern. Jangan coba-coba membandingkan hidupnya Bapak Ibu guru dulu dengan hidupnya mereka," ujarnya.

Karolin meminta guru memahami bagaimana generasi saat ini berpikir, bertindak, dan mengolah informasi, alih-alih membandingkan pola hidup mereka dengan generasi sebelumnya.

Di tengah kondisi keuangan daerah yang dinamis, Karolin juga menegaskan pemerintah akan berupaya mempertahankan keberlangsungan layanan pendidikan, termasuk keberadaan guru PPPK.

Ia menilai guru PPPK memiliki posisi penting dalam operasional sekolah karena jumlahnya cukup besar.

"Coba kalau bupatinya bilang dirumahkan saja PPPK-nya, gila nggak kita? Bubar sekolah-sekolah, karena setengahnya itu PPPK," pungkasnya. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar