ISPA di Kalbar Tembus 165 Ribu Kasus, Teraju Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

31 Agustus 2026 12:52 WIB
Bencana karhutla yang melanda Kalimantan Barat.

PONTIANAK, insidepontianak.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Barat (Kalbar) menembus 165.727 kasus sepanjang Januari hingga 22 Agustus 2026.

Lonjakan kasus tersebut menjadi sorotan Teraju Indonesia, yang menilai krisis asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah berkembang menjadi persoalan kesehatan masyarakat berskala luas.

Direktur Eksekutif Teraju Indonesia, Agus Sutomo, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan karhutla dan krisis asap sebagai Bencana Nasional.

Menurutnya, tingginya kasus ISPA menjadi salah satu indikator serius dampak karhutla terhadap masyarakat.

“Tidak ada alasan pemerintah pusat tidak menetapkan bencana nasional,” tegas Sutomo, Minggu (30/8/2026).

Teraju mencatat kasus ISPA di Kalbar bertambah rata-rata sekitar 5.015 kasus setiap pekan.

Kota Pontianak sendiri menyumbang 36.925 kasus ISPA hingga Agustus 2026.

Teraju menilai pola krisis kesehatan di Kalbar kini berbeda dibandingkan periode 2013-2015. 

Jika sebelumnya kasus ISPA cenderung melonjak saat puncak kebakaran, pada 2026 kasus telah terakumulasi sejak awal tahun.

“Sekarang polanya sudah kronis, bukan lagi episodik,” kata Sutomo.

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan, sebab kelompok anak-anak dan balita disebut menjadi korban paling rentan dalam krisis asap.

Agus menyebut sekitar 70 persen korban terdampak merupakan anak-anak dan balita.

Karena itu, pemerintah daerah juga didorong aktif mendesak pemerintah pusat memperkuat fasilitas kesehatan di wilayah terdampak.

“Pemda harus mendesak pusat memenuhi fasilitas kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sutomo menilai, penetapan Bencana Nasional diperlukan agar penanganan tidak berhenti pada pemadaman api. 

Pemerintah juga harus memperkuat layanan kesehatan, posko darurat, serta perlindungan masyarakat dari paparan asap.

“Bencana ini sudah merata se-Indonesia,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar