Dapur MBG Didorong Suplai Makanan Relawan Pemadam Karhutla

23 September 2026 12:12 WIB
Uji coba formula x-fire untuk padamkan karhutla di lahan gambut oleh personel Polres Landak/ist

KAYONG UTARA, insidepontianak.com - Tokoh pemuda Kayong Utara, Juminggu, mendorong pemerintah mengalihfungsikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi petugas dan relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Usulan tersebut disampaikan sebagai solusi untuk mendukung kebutuhan makan dan minum para petugas yang selama berbulan-bulan berada di lokasi penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.

Ia menilai keberadaan dapur MBG yang saat ini tidak beroperasi karena libur sekolah semestinya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penanganan bencana, khususnya di daerah yang tengah dilanda karhutla.

"BPBD, Manggala Agni, organisasi, relawan sudah berbulan-bulan berjibaku memadamkan api. Kita hitung berapa operasional yang dikeluarkan untuk makan dan minum saja. Belum lagi ada belasan ribu TNI dan Polri yang dikirim ke daerah untuk membantu kita. Kalau MBG bisa difungsikan, sangat membantu," kata Juminggu, yang akrab disapa Ijul, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan, kebutuhan logistik menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung operasi pemadaman karhutla. Para petugas dan relawan yang bekerja di lapangan membutuhkan pasokan makanan dan minuman secara berkelanjutan, terlebih penanganan kebakaran di lahan gambut dapat berlangsung dalam waktu lama.

Karena itu, Ijul meminta koordinator wilayah (Korwil) MBG segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengaktifkan kembali dapur-dapur MBG yang sementara tutup akibat libur sekolah.

Menurut dia, pemanfaatan dapur MBG sebagai dapur umum tidak hanya membantu operasional petugas dan relawan, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Ini ekonomi sedang sulit. Kalau dapur buka, relawan dapat bekerja, kebutuhan bahan baku milik petani bisa dibeli. Relawan bisa dipenuhi kebutuhan makan dan minumnya," ujarnya.

Ijul mengakui saat ini sudah terdapat dapur umum yang memasok kebutuhan makan dan minum bagi relawan di lokasi penanganan karhutla. Namun, menurutnya, kapasitas dan dukungan logistik perlu diperkuat mengingat operasi pemadaman berlangsung cukup panjang.

Ia berharap pemerintah dapat melihat fasilitas dapur MBG sebagai salah satu sumber daya yang bisa dioptimalkan ketika terjadi kondisi darurat.

Dengan demikian, fasilitas yang sementara tidak digunakan karena aktivitas sekolah berhenti tetap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung penanganan bencana.

"Memang sekarang sudah ada dapur umum yang menyuplai makan dan minum relawan yang ada. Tapi kalau dapur MBG juga bisa difungsikan, tentu akan semakin membantu," katanya.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar