Jurnalis Masuk Sekolah: Bekali Siswa dan Guru Kemampuan Mengenali Berita Hoaks

4 November 2026 13:18 WIB
Salah satu pemateri menyampaikan materi jurnalis kepada para siswa/IST

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara menggandeng Jurnalis Kayong Utara (JKU) untuk memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar melalui program Jurnalis Masuk Sekolah.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan literasi media sekaligus membekali generasi muda agar lebih cerdas dan kritis dalam menyikapi arus informasi di era digital.

Pelatihan yang berlangsung di Kecamatan Sukadana, Rabu (4/11/2026), diikuti perwakilan siswa dari sejumlah sekolah dan madrasah tsanawiyah (MTs). Kegiatan tersebut juga melibatkan para guru pendamping dari masing-masing sekolah.

Ketua JKU, Muhammad Fauzi, mengaku senang dapat berbagi ilmu dan pengalaman jurnalistik kepada para pelajar. Menurutnya, pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik menjadi bekal penting bagi siswa dan guru, terutama di tengah derasnya penyebaran informasi melalui media sosial.

"Kami mengapresiasi Dinas Pendidikan Kayong Utara yang telah melibatkan JKU sebagai pemateri dalam kegiatan Jurnalis Masuk Sekolah ini.

Para siswa dan guru pendamping tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan," ungkap Muhammad Fauzi usai memberikan pelatihan di SMP Negeri 1 Sukadana.

Fauzi mengatakan, literasi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis berita, tetapi juga mencakup kecakapan mencari, memeriksa, mengolah, dan menyampaikan informasi secara benar.

Terlebih, maraknya informasi bohong atau hoaks di ruang digital menjadi tantangan serius yang perlu dihadapi bersama.

Pelajar sebagai pengguna aktif media sosial harus memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang benar, keliru, maupun informasi yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.

"Di era digitalisasi sekarang, siapa pun bisa dengan mudah menerima maupun menyebarkan informasi. Karena itu, penting bagi siswa dan guru memahami bagaimana mengenali berita hoaks, memeriksa kebenaran sumber informasi, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi," jelasnya.

Ia berharap, melalui program tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar jurnalistik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.

Menurut Fauzi, sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini. Dengan pendampingan guru dan dukungan berbagai pihak, kemampuan siswa dalam menyaring informasi diharapkan semakin meningkat.

Program Jurnalis Masuk Sekolah ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan dunia pendidikan dalam memperkuat literasi informasi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menyampaikan informasi secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar