Ketua DPRD Ketapang Prioritaskan Perbaikan SDN 03 Pantai Ketikal yang Rusak 40 Persen

2 November 2026 13:33 WIB
Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh/IST

KETAPANG, insidepontianak.com – Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh, berkomitmen mendorong perbaikan infrastruktur pendidikan, terutama bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah SDN 03 Desa Pantai Ketikal, Kecamatan Singkup, yang dilaporkan mengalami kerusakan sekitar 40 persen.

Sholeh menegaskan, perbaikan maupun pembangunan kembali sekolah dengan kondisi rusak berat akan menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan anggaran, baik melalui APBD Kabupaten Ketapang maupun dukungan anggaran pemerintah pusat.

"Kami selaku Ketua DPRD beserta pimpinan dan anggota DPRD selalu berkomitmen untuk lebih memberikan perhatian khusus terhadap kondisi fisik bangunan sekolah," ujar Achmad Sholeh, baru baru ini.

Menurutnya, kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan penanganan serius harus menjadi perhatian bersama agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

"Perbaikan atau pembangunan rumah sekolah yang sudah rusak berat akan menjadi prioritas dalam penganggaran pembangunan melalui APBD ataupun dari pusat," tegasnya.

Meski demikian, Sholeh meminta para kepala sekolah lebih proaktif menyampaikan laporan terkait kondisi bangunan maupun fasilitas pendidikan yang membutuhkan perbaikan.

Ia menilai, laporan langsung dari pihak sekolah sangat penting agar pemerintah daerah dan DPRD memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi fasilitas pendidikan di lapangan.

"Maka dari itu, mohon kerja samanya dari para kepala sekolah agar bisa memberikan informasi tentang kondisi rumah sekolah yang sekiranya perlu diperbaiki. Tanpa laporan tersebut, kadang-kadang kami tidak mengetahui secara jelas," ungkapnya.

Sebelumnya, tokoh pemuda Kecamatan Singkup sekaligus pemerhati pendidikan, Pulwansyah, menyoroti kondisi SDN 03 Desa Pantai Ketikal yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Ia mengungkapkan, sekitar 40 persen bangunan sekolah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut tidak hanya terjadi pada bangunan utama, tetapi juga sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Beberapa fasilitas yang dilaporkan rusak di antaranya meja, kursi, pintu depan, jendela, papan tulis hingga plafon sekolah.

Pulwansyah berharap Pemerintah Kabupaten Ketapang maupun pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi sekolah tersebut.

Ia juga mendorong agar SDN 03 Desa Pantai Ketikal mendapatkan perhatian melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat menjalankan aktivitas belajar mengajar dalam lingkungan sekolah yang aman dan layak. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar