Akademisi Nilai Kewajaran Paket MBG Ramadan Disorot, Isi Dinilai Terlalu Sederhana
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Penyaluran paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan menuai kritik dari masyarakat.
Isi paket yang diterima siswa dinilai terlalu sederhana jika dibandingkan dengan nilai anggaran yang selama ini diketahui berkisar Rp8.000 hingga Rp10.000 per paket.
Selama Ramadan, paket MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan dalam bentuk makanan kering.
Disejumlah sekolah di Kubu Raya misalnya, paket dibungkus plastik bening. Isinya: setengah jagung rebus, satu piscok, satu bolu kukus, lima kurma, tiga butir kelengkeng, dan satu jeruk.
Ada juga yang dirapel tiga hari dengan menu; tahu, bakso, ayam ungkep, siomay ayam, telur puyuh, telur ayam, roti abon, hingga roti isi kacang hijau.
Akademisi ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura, Ibnu Aswat, menilai perbandingan antara isi paket dan nilai anggaran menjadi alasan munculnya kritik dari masyarakat.
“Kalau dibandingkan dengan standar harga sekitar sepuluh ribu rupiah per paket, tentu masyarakat mempertanyakan apakah isi paket tersebut sudah sesuai atau belum,” kata Ibnu, Jumat (6/3/2026).
Menurut Ibnu, dalam program bantuan pangan seperti MBG, kewajaran nilai paket menjadi hal penting agar tujuan program dapat tercapai dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
Terlebih, yang menjadi perhatian masyarakat adalah ketika standar harga yang diketahui sekitar sepuluh ribu rupiah, namun paket yang diterima dinilai tidak sebanding.
"Ini yang kemudian memunculkan berbagai pertanyaan,” ujarnya
Ia menilai, kritik tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pihak pelaksana program, terutama dalam memastikan kesesuaian antara anggaran yang dialokasikan dengan bantuan yang diterima siswa.
“Masukan dari masyarakat penting agar program ini dapat terus diperbaiki dan dijalankan secara lebih transparan,” tambahnya.
Dengan adanya perhatian dari publik dan pengamat, pelaksanaan program MBG selama Ramadan diharapkan dapat ditinjau kembali agar kualitas bantuan tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para siswa. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment