Antrean BBM Mengular di Kubu Raya, DPRD Desak Pertamina Cepat Antisipasi
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di Kabupaten Kubu Raya mulai terlihat mengular.
Pengendara sepeda motor hingga mobil tampak menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kekhawatiran masyarakat akan isu kelangkaan BBM.
Kondisi ini dipicu pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 20 hingga 25 hari.
Di mana, pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Isu tersebut dengan cepat menyebar di masyarakat dan memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan BBM.
Sejumlah warga pun memilih mengisi BBM lebih cepat dari biasanya, bahkan dalam jumlah lebih banyak.
Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Jainal Abidin mendesak, Pertamina untuk segera mengambil langkah antisipasi guna memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap stabil di daerah.
“Kami berharap Pertamina bisa segera mengambil langkah antisipasi," kata Jainal kepada insidepontianak.com, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, langkah cepat sangat diperlukan agar isu kelangkaan tidak berkembang menjadi kepanikan yang lebih luas di masyarakat.
"Jangan sampai kepanikan masyarakat ini berkembang karena kekhawatiran terhadap stok BBM,” pesannya.
Jainal menilai, fenomena antrean panjang di SPBU tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap dampak konflik global terhadap distribusi minyak dunia.
Situasi perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, kata dia, berpotensi memengaruhi jalur distribusi minyak mentah dunia.
Salah satunya, jalur Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi global.
“Ini salah satu dampak dari kekhawatiran masyarakat terhadap situasi perang di Timur Tengah,” ucap Ketua DPC PKB Kubu Raya itu.
Ia menjelaskan, Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dari luar negeri. Jika terjadi gangguan pada jalur distribusi global, maka dampaknya bisa terasa pada pasokan maupun harga BBM di dalam negeri.
Karena itu, Jainal meminta masyarakat untuk tidak terpancing kepanikan yang justru dapat memperburuk situasi.
Ia mengimbau warga agar tetap tenang serta menggunakan BBM secara bijak dengan mengurangi perjalanan yang tidak terlalu penting.
“Jika tidak terlalu penting bepergian, sebaiknya ditunda,” ujarnya.
Di samping itu, Jainal juga mengingatkan, bahwa jika konflik global terus berlanjut dan memengaruhi harga minyak dunia.
Maka, dampaknya tidak hanya pada BBM, tetapi juga pada harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Karena itu, ia menilai stabilitas pasokan BBM harus dijaga agar tidak memicu lonjakan harga barang yang berimbas langsung pada kehidupan masyarakat. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment