Pemkab Kubu Raya Siapkan Skema Hemat Energi ASN, dari WFA hingga Bersepeda

30 Maret 2026 13:11 WIB
Aaparatur Sipil Negara mengikuti upacara Apel gabungan di halaman kantor Bupati Kubu Raya, Senin (30/3/2026). (Insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan skema hemat energi bagi aparatur sipil negara (ASN).

Program yang sedang diujicoba yaitu Work From Anywhere (WFA) atau kerja dari mana saja. Selain itu, penggunaan sepeda ke kantor juga diwacanakan.

Skema tersebut bertujuan menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sekaligus menjaga efisiensi anggaran dan menghadapi tantangan energi ke depan.

Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, mengatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian. Penerapan WFA dinilai efektif mengurangi penggunaan BBM.

“Pegawai kita sekitar 7 ribu orang. Jika rata-rata satu orang memakai satu liter BBM per hari, potensi penghematan sangat besar,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Meski begitu, penerapan WFA masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat. Pemkab memastikan kajian dilakukan matang agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Di sisi lain, program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai membuka peluang. Terutama bagi sektor pangan lokal untuk memperkuat ketahanan daerah.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan penghematan energi tidak cukup lewat aturan. Perlu perubahan kebiasaan.

Ia bahkan berencana memberi contoh langsung dengan bersepeda ke kantor.

“Saya akan coba gunakan sepeda. Sederhana, tapi bisa jadi motivasi. Sehat dapat, hemat energi juga,” katanya.

Menurutnya, jika ribuan ASN beralih ke transportasi ramah lingkungan, dampaknya akan terasa besar. Penggunaan BBM bisa ditekan secara kolektif.

Ia juga mengingatkan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Situasi global berpotensi memicu krisis energi dan pangan.

“Kita harus mulai dari sekarang. Jangan boros energi. Ketahanan pangan dan energi harus dibangun bersama,” tegasnya.

Pemkab Kubu Raya berharap gerakan ini tidak berhenti di kantor. Tapi menjadi budaya baru di tengah masyarakat.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar