BGN Respons Anggapan Tak Transparan soal Dugaan Keracunan MBG di Kalbar
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat kembali memunculkan sorotan publik.
Pasalnya, hasil uji laboratorium kerap dinilai tidak disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya menegaskan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menjalankan penanganan kasus secara transparan, terutama dalam penghentian sementara operasional dapur MBG yang bermasalah.
“Ketika terjadi kejadian menonjol, suspend, diberhentikan operasional sementara. Itu sudah diumumkan dan masyarakat langsung tahu bahwa itu tidak operasional,” kata Sony saat berkunjung di Kubu Raya, Selasa (12/5/2026).
Sony mengatakan, seluruh kejadian menonjol terkait konsumsi MBG umumnya disebabkan adanya SOP yang diabaikan oleh mitra penyelenggara.
Menurutnya, setelah kejadian muncul, BGN langsung menurunkan tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk pengujian sampel makanan di laboratorium.
“Setiap menu makan itu setiap hari disimpan di lemari pendingin sebagai sampel. Ketika terjadi kejadian, itu yang diambil untuk dilakukan pengujian laboratorium,” ujarnya.
Meski begitu, dalam sejumlah kasus dugaan keracunan MBG di Kalbar, hasil laboratorium tidak banyak dipublikasikan secara rinci ke masyarakat.
Hal itu yang kemudian memunculkan anggapan penanganan kasus belum sepenuhnya transparan.
Sony menjelaskan, hasil investigasi akan menentukan sanksi yang diberikan kepada dapur atau kepala SPPG terkait.
Jika ditemukan pelanggaran SOP, maka operasional akan disuspensi dan mitra menerima teguran.
“Kalau karena pelanggaran SOP kemudian disuspen. Kepala SPPG nya diberikan catatan dan teguran. KPI (Key Performance Indicator) langsung berpengaruh,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila masalah terjadi karena sarana dan prasarana yang belum memenuhi standar, mitra masih diberi kesempatan melakukan pembenahan sebelum kembali diizinkan beroperasi.
“Kalau sudah diperbaiki, kemudian kami lakukan pengecekan. Baru dioperasikan kembali,” tutupnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment