448 Kasus ISPA Tercatat di Puskesmas Korpri Sepanjang Agustus-September

22 September 2026 13:12 WIB
Pasien saat menunggu antrean di lobby Puskesmas Korpri, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (22/9/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Sebanyak 448 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Puskesmas Korpri, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya selama dua bulan terakhir, saat Kubu Raya dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rinciannya, 264 kasus tercatat sepanjang Agustus, sementara pada September sudah mencapai 184 kasus hingga data terakhir.

Kepala Puskesmas Korpri, Samfidia mengatakan, meski jumlah kasus cukup banyak, sejauh ini belum terlihat lonjakan yang signifikan.

“Kasusnya masih ada, tapi relatif stabil,” kata Samfidia kepada insidepontianak.com, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian Puskesmas. Terlebih, kualitas udara akibat kabut asap belum sepenuhnya kembali normal.

Puskesmas Korpri kemudian memperkuat pemantauan terhadap pasien yang datang dengan gejala ISPA. Setiap kasus dipetakan berdasarkan gejala klinis, kelompok umur dan wilayah tempat tinggal.

"Pemetaan dilakukan untuk mengetahui wilayah yang memiliki kasus lebih tinggi. Jadi kita lakukan pemetaan, termasuk berdasarkan umur dan wilayah,” ujarnya.

Selain itu, Puskesmas juga memperbanyak edukasi kepada masyarakat.

Warga diingatkan menggunakan masker ketika keluar rumah, memperbanyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar ketika kondisi udara memburuk.

Sementara itu, untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan pernapasan, Puskesmas Korpri juga sempat membuka posko kesehatan bersama yang beroperasi selama 24 jam.

Layanan tersebut menjadi tempat warga mendapatkan pemeriksaan dan penanganan ketika mengalami dampak paparan asap. Puskesmas turut menyiapkan layanan oksigen dan nebulizer.

“Kalau mengalami gangguan pernapasan, masyarakat bisa datang untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Stok oksigen di Puskesmas Korpri, kata dia, hingga saat ini masih aman dan pengadaannya tetap terkendali.

Kelompok dengan penyakit penyerta seperti asma dan diabetes juga menjadi perhatian. Sebab, paparan asap dapat memperberat kondisi pasien dengan komorbid.

“Yang paling rentan adalah pasien yang memiliki komorbid,” ungkap Samfidia.

Pneumonia Balita Masih Nihil

Di tengah ratusan kasus ISPA tersebut, Puskesmas Korpri masih mencatat nol kasus pneumonia pada balita.

Samfidia mengungkapkan, kondisi itu terus dipertahankan agar ISPA pada anak tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.

“Alhamdulillah, pneumonia pada balita sampai sekarang masih nihil,” ucapnya.

Meski demikian, ia meminta, masyarakat tidak lengah meski hujan sempat turun beberapa hari terakhir. Sebab, kondisi kualitas udara belum dinyatakan normal.

“Kita tetap waspada dan jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan penting,” pungkasnya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar