Mansyur Dukung Strategi Pemkot Pontianak Urai Kemacetan lewat Bus Sekolah hingga Jembatan Garuda

4 November 2026 11:35 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Pontianak, Mansyur. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Anggota DPRD Kota Pontianak, Mansyur, mendukung langkah Pemerintah Kota Pontianak menyusun strategi besar (grand strategy) untuk mengurai kemacetan lalu lintas.

Menurut Mansyur, kemacetan di Kota Pontianak mendesak ditangani seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan roda dua, roda empat, maupun armada besar.

Ia pun mengapresiasi terobosan Pemkot Pontianak, mulai dari rencana pengoperasian bus sekolah, reaktivasi penyeberangan feri, hingga wacana pembangunan Jembatan Garuda.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi Pemkot Pontianak yang terus berupaya menyusun grand strategy demi mengurai kemacetan," kata Mansyur.

Meski begitu, politisi Partai Golkar ini mengingatkan agar setiap kebijakan memperhitungkan kesiapan teknis di lapangan.

Terkait bus sekolah, Mansyur menilai program ini efektif menekan penggunaan kendaraan pribadi orang tua murid. Namun, dimensi bus yang besar berpotensi menimbulkan persoalan baru jika rutenya tidak diatur presisi.

Karena itu, ia meminta Dinas Perhubungan Kota Pontianak menyiapkan rute, titik halte, dan tata kelola operasional secara matang dan terukur. 

"Jangan sampai niat melancarkan lalu lintas justru memicu kemacetan baru akibat armada bus. Ini harus diantisipasi," tegasnya.

Selain bus sekolah, Mansyur menilai pengoperasian kembali feri penyeberangan Bardan sangat krusial untuk memecah kepadatan arus dari Pontianak Utara ke Pontianak Kota.

Ia pun mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Dermaga Bardan agar kapal feri bisa segera berlayar kembali sebagai jalur alternatif penyebernagan ke wilayah Pontianak Utara. 

"Feri Bardan ini krusial. Jika beroperasi lagi, beban penumpukan kendaraan di Jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak akan berkurang signifikan," ujarnya.

Terakhir, Mansyur menyoroti wacana pembangunan Jembatan Garuda. Ia berharap proyek tersebut segera memiliki kepastian perencanaan dan tidak jalan di tempat.

Sebab, Jembatan Garuda tidak sekadar memecah kemacetan, tetapi juga berpeluang menjadi ikon baru kebanggaan warga Pontianak.

"Jika Jembatan Garuda terealisasi, kelancaran lalu lintas terbantu dan Kota Pontianak punya ikon baru yang estetik serta khas daerah," pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar