Hampir Sebulan Belajar dari Rumah, Disdik Landak Akui Pembelajaran Tak Efektif
LANDAK, Insidepontianak.com - Hampir sebulan siswa di Kabupaten Landak menjalani pembelajaran dari rumah akibat kualitas udara yang masih buruk. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar belum berjalan efektif, terutama bagi siswa yang memiliki keterbatasan akses internet.
Dinas Pendidikan Kabupaten Landak mengakui pembelajaran dari rumah yang dilakukan secara daring maupun luring belum mampu menggantikan efektivitas pembelajaran tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri mengatakan, kebijakan tersebut diterapkan karena kualitas udara akibat kabut asap masih berada pada kategori berbahaya hingga sangat berbahaya.
“Pembelajaran yang dirasakan anak-anak memang tidak terlalu efektif, karena situasi udara yang saat ini belum pulih,” kata Samsul, Selasa (22/9/2026).
Menurut Samsul, persoalan jaringan internet menjadi salah satu kendala utama selama pembelajaran dari rumah.
Siswa yang memiliki akses jaringan dapat mengikuti pembelajaran secara daring, sementara mereka yang berada di wilayah tanpa jaringan harus mengikuti pembelajaran secara luring.
Dalam pembelajaran luring, orang tua diminta mengambil tugas ke sekolah untuk kemudian dikerjakan anak di rumah. Setelah selesai, tugas tersebut kembali diserahkan kepada guru.
Pola ini membuat proses pembelajaran tidak berlangsung seragam. Selain bergantung pada kondisi jaringan di masing-masing wilayah, keberlangsungan belajar juga sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak.
Karena itu, Samsul meminta orang tua tetap memastikan anak mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan tugas yang diberikan guru.
“Imbauan kami kepada orang tua, tolong difasilitasi anak-anak supaya tugas anak-anak dipantau untuk mengerjakannya, kemudian disampaikan lagi kepada guru-guru,” ujarnya.
Di sisi lain, aktivitas guru tetap berjalan di sekolah. Guru diminta menyiapkan materi pembelajaran, memberikan tugas, serta memeriksa pekerjaan siswa meski proses belajar dilakukan dari rumah.
Di tengah keterbatasan tersebut, sekolah juga mulai melaksanakan ulangan sub-sumatif sejak pekan lalu.
Samsul mengatakan, teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan siswa.
Namun, kondisi udara yang belum membaik membuat pembelajaran dari rumah masih akan diperpanjang.
Oleh karena itu Samsul mengatakan Dinas Pendidikan Kabupaten Landak akan kembali menerbitkan surat edaran yang mengatur pelaksanaan pembelajaran daring hingga kondisi memungkinkan siswa kembali ke sekolah.
“Untuk saat ini kita akan mengeluarkan SE (Surat Edaran) kembali untuk menyatakan bahwa anak-anak tetap belajar secara daring sampai batas waktu nanti situasi yang memungkinkan untuk belajar kembali di sekolah,” katanya.
Samsul menegaskan, perpanjangan pembelajaran dari rumah dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan siswa.
Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang rentan terhadap dampak kabut asap, terutama gangguan pernapasan seperti ISPA.
“Kalau kita paksakan anak-anak, ya terjadi juga nanti pihak pemerintah juga akan dipersalahkan kalau terjadi sakit anak-anak karena situasi cuaca yang kurang baik ini,” ujarnya.
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -

Leave a comment