Pesan Sekda Kalbar di Harlah IPNU: Generasi Muda Harus Berintegritas dan Kuasai Iptek

9 Maret 2026 13:52 WIB
Sekda Kalbar Harisson menghadiri kegiatan refleksi Hari Lahir IPNU dan IPPNU ke-72 yang digelar di CW Space Pontianak, Sabtu malam (7/3/2026). (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, menekankan generasi muda agar menanamkan nilai-nilai integritas dan kejujuran.

Sebab, kedua nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.

Ia pun menegaskan, masa depan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat.

“Ke depan, hanya orang-orang yang memiliki integritas tinggi yang akan dipercaya dan dipakai oleh bangsa dan negara ini, di mana pun mereka berada,” kata Harisson saat menghadiri refleksi Hari Lahir IPNU dan IPPNU ke-72 di CW Space Pontianak, Sabtu malam (7/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Harisson juga mengingatkan para pelajar dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Salah satunya dengan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bisa bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.

Karena itu, ia mendorong para pelajar dan mahasiswa untuk mendalami bidang keilmuan yang mereka tekuni, baik di bidang hukum, teknik, ekonomi, maupun kesehatan.

Menurutnya, kemampuan akademik yang kuat akan membantu generasi muda menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Harisson juga menyinggung perkembangan teknologi  kecerdasan buatan atau yang biasa disebut Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini telah memengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi mampu menguasainya.

“Jangan sampai kita selalu bergantung pada AI. Sebaliknya, kita harus cukup pintar sehingga AI-lah yang ‘bertanya’ kepada kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap teknologi tanpa pemahaman ilmu yang kuat berpotensi membuat generasi muda mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Melalui organisasi seperti NU, Harisson juga mendorong para pelajar membangun jejaring dan memperkuat silaturahmi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Jejaring itu menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memperkuat peran santri dan pelajar dalam memajukan agama sekaligus membangun bangsa,” tutupnya.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar