Grebek Suro Perdana di Pontianak Siap Digelar, Zulfydar: Perekat Kebersamaan Warga

12 Mei 2026 14:20 WIB
pengurus paguyuban saat bertemu Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Paguyuban Jawa Kota Pontianak bersiap menggelar tradisi Grebek Suro pada 18-20 Juni 2026 mendatang. 

Kegiatan budaya yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Pontianak itu akan diramaikan kendurian, tumpeng suro, wayang kulit dari Yogyakarta hingga rebutan gunungan hasil bumi.

Rencana pelaksanaan Grebek Suro disampaikan pengurus paguyuban saat bertemu Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar.

Ketua Paguyuban Jawa Kota Pontianak, Suparjo mengatakan kegiatan tersebut akan dipusatkan di Jalan Karya Baru, Gang Karya Baru 6, Pontianak.

Ia menjelaskan Grebek Suro bukan sekadar tradisi budaya, melainkan bentuk rasa syukur masyarakat atas kesehatan, keselamatan dan rezeki yang diterima selama setahun terakhir.

“Ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat sekaligus menjaga budaya Jawa tetap hidup di Pontianak,”kata Zulfydar Zaidar Mochtar. 

Menurut Suparjo, Grebek Suro dimaknai sebagai sedekah bumi yang diwujudkan melalui berbagai rangkaian kegiatan budaya dan doa bersama.

“Nanti pada hari H tanggal 18 akan diadakan kenduri. Bentuk rasa syukur itu melalui kenduri,” katanya.

Ia menyebut kendurian yang digelar memiliki konsep khas budaya Jawa dengan sajian ingkung dan tradisi makan bersama yang sarat nilai kebersamaan.
“Kalau di Pontianak mungkin seperti saprahan, tapi kami kenduri pakai ingkung dan sebagainya,” jelasnya.

Salah satu agenda yang paling dinanti masyarakat yakni rebutan gunungan. Gunungan tersebut dibuat menyerupai gunung dan diisi berbagai hasil bumi seperti sayur-sayuran serta buah-buahan.
“Gunungan itu hasil bumi yang nanti akan diperebutkan peserta Grebek Suro,” ungkap Suparjo.

Selain itu, pada puncak acara masyarakat juga akan disuguhkan pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan dalang dan pemain wayang langsung dari Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan lainnya turut diramaikan kirab budaya dan hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat lintas komunitas di Kota Pontianak.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Grebek Suro tersebut.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini bukan hanya menjadi ajang pelestarian tradisi Jawa, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman Kota Pontianak.

“Saya menyambut baik kegiatan yang akan dilakukan masyarakat Jawa di Kota Pontianak,” ujarnya.

Zulfydar menilai Grebek Suro menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkenalkan budaya Jawa kepada masyarakat luas di Kalbar.

“Harapan dari kegiatan ini tentu kesejahteraan dan saling mengenalkan kebudayaan sesama masyarakat di Kota Pontianak,” katanya.

Ia berharap Grebek Suro dapat terus digelar setiap tahun dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan tiap tahun,” tegasnya.

Zulfydar juga menyoroti rencana pembangunan rumah budaya Jawa yang lahannya disebut telah tersedia.

 Menurutnya, rumah budaya itu nantinya bisa menjadi pusat pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Saya kira ini bagus sekali untuk pembangunan kebudayaan yang saling mengisi dan saling mengenal,” pungkasnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar