Orang Tua Wajib Waspada! Asap Karhutla Bahaya Bagi Si Kecil, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

23 Agustus 2026 12:17 WIB
Dokter spesialis anak, dr. Rista Lestari, Sp.A., M.Sc. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Langit Kalimantan diselimuti asap kebakaran hutan dan lahan. Bau sangit menusuk hidung. Udara tercemar.

Kabut asap ini tak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan dan memicu penyakit saluran pernapasan. Dalam situasi ini, anak-anak menjadi kelompok paling rentan.

Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Barat, dr. Rista Lestari, Sp.A., M.Sc., mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap remeh jerebu yang berterbangan di udara.

“Kabut asap bukan sekadar isu lingkungan. Ini ancaman nyata bagi kesehatan anak,” ujarnya, Minggu (23/8/2026).

Dokter spesialis anak ini menegaskan bahwa setiap kali si kecil menghirup udara tercemar, ada racun berbahaya yang mengendap di paru-paru mereka.

Karena itu, orang tua wajib paham. Anak kecil punya respons yang berbeda dari orang dewasa saat terpapar asap.

Proteksi Si Kecil

Masalahnya, anak-anak sering kali tak bisa mengungkapkan rasa tidak nyaman di dada mereka. Bayi belum bisa mengeluh. Balita biasanya hanya mendadak rewel.

Anak yang lebih besar kerap cuma bilang "capek", tanpa sadar napas mereka sudah bekerja ekstra keras karena terpapar udara yang tidak sehat.

“Karena itu, jangan tunggu anak batuk-batuk dulu baru kita bertindak,” pesan dr. Rista.

Saat kabut asap melanda, orang tua harus lebih peka memperhatikan perubahan fisik anak. Cek cara bernapasnya, amati tingkat keaktifannya, hingga pola makan dan minumnya sehari-hari.

Selama kualitas udara memburuk, keputusan orang tua sangat menentukan seberapa banyak polutan yang masuk ke paru-paru anak.

Tips Hindari Paparan Asap

Oleh sebab itu, beberapa kebiasaan simpel ini sangat membantu melindungi si kecil dari paparan asap di musim karhutla.

Pertama, batasi aktivitas luar rumah dan pindahkan jam olahraga ke dalam ruangan. Kedua, pastikan pintu dan jendela rumah tertutup rapat.

Ketiga, gunakan masker yang pas di wajah anak jika terpaksa keluar rumah. Keempat, beri perhatian ekstra pada anak yang memiliki riwayat asma.

“Menjaga kualitas udara dan paru anak hari ini bukan cuma mencegah mereka agar tidak batuk. Kita sedang menjaga organ tubuh yang akan mereka pakai sepanjang hidupnya,” tutupnya.***

 


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar