Pemkot Pontianak Terus Perkuat Penanganan Genangan

10 Oktober 2026 08:41 WIB
Wali Kota Pontianak menjejal excavator amvibi mengeruk saluran Parit Tokaya. (Prokopim)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat upaya penanganan genangan melalui normalisasi saluran drainase secara rutin.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pemeliharaan dilakukan setiap tahun terhadap saluran primer, sekunder hingga tersier agar aliran air tetap berfungsi optimal.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Parit Tokaya. Karena salah satu saluran primer utama dengan cakupan wilayah cukup luas, termasuk kawasan Kota Baru dan Pontianak Selatan.

“Setiap tahun terjadi pendangkalan, sehingga kita lakukan pengerukan baik menggunakan ekskavator amfibi maupun secara manual,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Menurut Edi, normalisasi dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi hujan dengan intensitas tinggi.

Selain pengerukan, Pemkot Pontianak tahun ini juga menambah dua unit pompa besar untuk mempercepat surutnya genangan, terutama ketika hujan terjadi bersamaan dengan air pasang.

“Pompa ini kita gunakan untuk membantu menarik air dari kawasan yang masih tergenang supaya lebih cepat kering,” jelasnya.

Ia menerangkan, kondisi topografi Pontianak yang relatif datar menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan drainase. Kemiringan lahan yang kecil membuat aliran air sangat bergantung pada kondisi pasang surut.

“Jadi ketika Sungai Kapuas sedang pasang dan debitnya tinggi, air dari parit-parit akan lebih lambat mengalir. Ketika surut, alirannya akan lebih cepat menuju sungai,” katanya.

Pemkot juga memanfaatkan pompa bergerak untuk menangani genangan pada titik-titik tertentu.

Peralatan tersebut dapat digunakan ketika terdapat sumbatan pada saluran, tali air maupun parit lingkungan.

Secara umum, Edi menilai sistem saluran primer, sekunder dan tersier di Pontianak tetap berfungsi sebagai jaringan drainase dan saluran pasang surut.

Namun pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus agar fungsi tersebut tidak terganggu sedimentasi maupun sampah. 

 

Selain itu, upaya memperbesar kapasitas saluran juga menghadapi keterbatasan ruang. Sejumlah parit berada di kawasan yang telah padat sehingga pelebaran penampang saluran tidak selalu mudah dilakukan.

“Kalau ingin melebarkan penampang, kita terkendala lahan. Di kanan-kiri saluran sudah cukup padat. Jadi penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing kawasan,” jelasnya.

Selain pekerjaan fisik, ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi drainase.

Sampah yang masuk ke parit dapat menjadi penyebab tersumbatnya aliran dan memperlambat surutnya genangan.

“Kuncinya juga masyarakat jangan membuang sampah ke parit,” tegasnya.

Edi memastikan penanganan genangan tetap menjadi salah satu prioritas Pemkot Pontianak. Ia juga meminta jajaran terkait terus turun ke lapangan untuk memantau titik-titik yang berpotensi mengalami hambatan aliran.

“Penanganan genangan ini menjadi prioritas dan harus dilakukan terus-menerus,” pungkasnya.***

 


Penulis : REDAKSI/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar