Warga Pontianak Timur Sampaikan Aspirasi ke Zulfydar, Usulkan Penambahan SMA hingga Perbaikan Turap
PONTIANAK, insidepontianak.com – Warga Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, mengeluhkan infrastruktur jalan yang tak kunjung direhab, turap mulai rusak, hingga fasilitas SMA yang minim.
Keluhan ini disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, saat menggelar reses di Jalan Tanjung Harapan, Gang Ismail A Rahman, Minggu (11/10/2026) malam.
Warga antusias hadir menyampaikan aspirasi. Dialog berjalan dua arah. Pembangunan jalan lingkungan dinilai sangat mendesak karena sudah banyak yang rusak.
"Jalan merupakan kebutuhan dasar yang menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari," ujar Muslihin, warga setempat kepada Zulfydar.
Selain jalan, ia meminta jumlah SMA di Pontianak Timur ditambah. Agar anak-anak setempat mudah mengakses pendidikan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
"Sekolah SMA di Pontianak Timur masih terbatas. Kami berharap ada penambahan pembangunan sekolah baru,” ujarnya.
Penambahan sekolah baru sangat dibutuhkan sebagai solusi atas sistem zonasi penerimaan peserta didik baru, agar kuota siswa di wilayah setempat tercukupi.
Sementara itu, warga lainnya, Sari, mengusulkan pembangunan turap karena benteng pengaman pinggir parit di wilayahnya sudah banyak yang runtuh. Serpihan beton menyumbat saluran. Akibatnya, fungsi drainase tidak maksimal.
"Kalau bisa dibantulah kita untuk pembangunan turap," ujarnya.
Zulfydar memastikan telah mencatat seluruh aspirasi konstituennya. Usulan tersebut akan diperjuangkan sesuai kewenangan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Pembangunan jalan lingkungan dan turap akan didorong melalui program Pokok-Pokok Pikiran (Pokpir) DPRD untuk disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Barat.
“Insya Allah aspirasi ini kita kawal. Nanti kami upayakan agar pembangunan ini bisa dilaksanakan di anggaran perubahan 2027,” kata Zulfydar.
Sementara itu, usulan penambahan SMA juga akan dikoordinasikan ke dinas terkait. Zulfydar menegaskan pemerintah perlu segera mencari solusi agar anak-anak di Pontianak Timur mendapatkan akses pendidikan yang memadai.
Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ialah menambah rombongan belajar atau menambah kapasitas kelas di sekolah yang sudah ada untuk mengatasi keterbatasan jumlah kuota.
“Ini perlu dikoordinasikan dengan pemerintah. Yang penting harus ada jalan keluar terbaik bagi masyarakat, khususnya di Pontianak Timur,” ujarnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment