Pemkot Pontianak akan Siapkan TPST Berkapasitas 300 Ton, Sampah Organik Bakal Diolah Jadi Pupuk

12 Oktober 2026 10:40 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono membuka puncak peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Taman Digulis Untan, Minggu (11/10/2026). (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Kota Pontianak akan menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 200 hingga 300 ton per hari.

Fasilitas itu digadang mampu menyerap separuh lebih produksi sampah harian yang mencapai 500 ton. Skemanya, sampah organik bakal diolah menjadi pupuk melalui kemitraan dengan BUMN.

"Kita sudah menjajaki kerja sama dengan PT Petrokimia Gresik untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan untuk taman-taman kota,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat membuka puncak peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Taman Digulis Untan, Minggu (11/10/2026).

Ia pun mengungkapkan, sekitar 76 persen sampah di Pontianak merupakan sampah organik, sedangkan 17,3 persen berupa plastik. Tingginya porsi sampah organik tersebut membuat program konversi menjadi pupuk sangat relevan.

Namun, keberhasilan pengolahan di TPST sangat bergantung pada pemilahan awal. Oleh karena itu, Pemkot mendorong warga memilah sampah rumah tangga dari sumbernya, memanfaatkan bank sampah mini di sekolah, serta disiplin membuang sampah sesuai jadwal.

“Membuang sampah sembarangan tidak boleh lagi ada di Pontianak. Kalau ada warga yang punya ide cemerlang soal sampah, silakan sampaikan langsung kepada saya. Saya sangat serius menangani ini,” tegas Edi.

Peringatan World Cleanup Day 2026 pun menjadi momentum mengajak seluruh warga kota berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

"Kegiatan WCD ini jangan hanya sekadar seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan," pesan Edi.

Adapun peringatan WCD Pontianak tahun ini digelar dengan aksi nyata. Sebanyak 300 relawan diterjukan untuk memungut sampah yang berserak di pinggir jalan raya. 

Kegiatan itu bertajuk: Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah. Dipusatkan di kawasan Jalan Daya Nasional, dilanjutkan penebaran ekoenzim di Jalan Media.

Seluruh peserta diwajibkan membawa botol minum sendiri serta memilah sampah yang terkumpul ke dalam tiga kategori: organik, anorganik layak daur ulang, dan residu.

Sampah tersebut selanjutnya ditimbang oleh Bank Sampah Rosela Purnama dan Bank Sampah Untan. Hasilnya dilaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kontribusi Pontianak dalam WCD tingkat nasional.***


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar