Saban Hujan Air Menggenang, Warga Manday Lestari Mengadu ke Zulfydar, Minta Perbaikan Drainase
PONTIANAK, insidepontianak.com – Buruknya sistem drainase membuat permukiman Komplek Manday Lestari Permai, Pal V, Kecamatan Pontianak Barat, rentan dilanda banjir.
Keluhan itu disampaikan warga secara langsung saat Anggota DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menggelar reses di kawasan tersebut, Senin (12/10/2026) malam.
“Kalau musim hujan, walaupun tidak terlalu deras, air langsung masuk rumah,” keluh Astor Hutapea, warga setempat.
Menurutnya, genangan mudah terjadi karena saluran yang ada sudah tak berfungsi maksimal. Akibatnya, aliran air tersendat hingga meluap ke permukiman.
“Ada dua rumah di bagian belakang kompleks yang paling parah terdampak,” ujarnya.
Padahal, lanjut Astor, saat kompleks mulai dihuni sekitar tahun 1986, hujan deras tak pernah memicu banjir.
Namun seiring pesatnya pembangunan berbasis beton, semakin banyak halaman warga yang dicor semen.
Alhasil, daya resap tanah drastis berkurang. Tumpahan air hujan pun meluap karena tak tertampung drainase yang lebarnya terbatas.
Astor menyebutkan, lebar saluran di jalan masuk kompleks hanya sekitar 60 sentimeter. Sangat kecil. Sementara di beberapa titik, kondisi gorong-gorong sudah rusak.
“Di bagian ujung, ada yang pecah dan roboh, sehingga air tidak langsung keluar. Karena itu, kami menginginkan adanya pembenahan saluran air,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Zulfydar menegaskan persoalan drainase di Manday Lestari menjadi catatan penting baginya. Usulan pembenahan tersebut bakal menjadi prioritas.
“Tentu karena ini aspirasi, kami sebagai anggota dewan akan memperjuangkannya. Ini memang menjadi persoalan jika tidak segera ditangani,” tegasnya.
Ia pun berjanji segera mempelajari aspek teknis serta pembagian kewenangan penanganan drainase tersebut.
“Usulan dari RT akan kami tanggapi. Kami juga akan mendengar laporan dari kelurahan terkait masalah-masalah warga, termasuk yang berhubungan dengan jalan dan drainase,” tambahnya.
Meski begitu, Zulfydar menyampaikan tidak semua masalah bisa instan diselesaikan lewat anggaran daerah. Pada kondisi tertentu, kolaborasi swadaya warga juga diperlukan.
Namun jika hasil kajian lapangan menunjukkan pembenahan drainase membutuhkan penanganan skala besar, aspirasi tersebut siap ia dorong ke Pemprov Kalbar.
“Kalau memang diperlukan, aspirasi ini akan kami usulkan kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” pungkasnya.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment