Program PASTI Dorong Keberlanjutan dan Replikasi Upaya Penurunan Stunting di Kalimantan Barat

4 November 2026 20:40 WIB
Sarini, warga Kabupaten Kubu Raya, berfoto di depan peternakan ayam petelur. Salah satu hasil inovasi desa, untuk hadirkan sumber protein terjangkau untuk pemenuhan gizi anak. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) mencatat sejumlah capaian dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat. 

Salah satunya, sebanyak 60,4 persen anak bawah dua tahun (baduta) yang mengikuti intervensi secara lengkap mengalami kenaikan berat badan hingga masuk kategori tumbuh normal.

Capaian tersebut merupakan hasil intervensi Pos Gizi DASHAT yang dilaksanakan sejak Januari 2023 hingga Oktober 2026 di empat kabupaten prioritas, yakni Sambas, Bengkayang, Sekadau, dan Kubu Raya.

Selama periode tersebut, lebih dari 3.000 anak baduta berisiko stunting telah mengikuti program. Intervensi dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan serta pemenuhan gizi keluarga.

Selain intervensi terhadap balita, Program PASTI juga menyasar kelompok remaja. Lebih dari 4.000 remaja berusia 15-19 tahun mendapatkan edukasi mengenai stunting dan pentingnya praktik gizi yang baik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 416 remaja dilatih menjadi Peer Educator atau pendidik sebaya. Mereka diharapkan dapat menjadi penggerak penyebaran pengetahuan mengenai pencegahan stunting di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program yang dilaksanakan Yayasan Wahana Visi Indonesia ini juga memperkuat kapasitas kelembagaan melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Hasilnya, kinerja TPPS di tingkat desa meningkat dari 42,5 persen atau 51 dari 120 desa pada 2025, menjadi 59,2 persen atau 71 desa pada 2026.

Tak hanya itu, sebanyak 50 dari 120 TPPS desa telah didorong menganggarkan pertemuan rutin menggunakan sumber pendanaan mandiri, seperti dana desa dan sumber pendanaan lokal lainnya.

Sepanjang 2025-2026, sebanyak 484 anggota TPPS juga mendapatkan pelatihan untuk memperkuat koordinasi dan pelaksanaan konvergensi penurunan stunting.

Hadirkan Inovasi Desa

Di luar capaian tersebut, Program PASTI turut mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi desa. Salah satunya melalui pengembangan peternakan ayam petelur dan kebun gizi yang dikelola masyarakat.

Inovasi ini bertujuan mendekatkan sumber pangan bergizi kepada keluarga, sekaligus menyediakan telur dan sayuran dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

Sarini, salah satu warga Kubu Raya yang terlibat mengelola inovasi tersebut, mengaku merasakan manfaatnya secara langsung. Warga kini bisa mendapatkan telur dan sayuran tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Pontianak.

“Meskipun tanggung jawab ini membuat hari-hari saya menjadi lebih sibuk, saya melihat manfaatnya bagi desa. Kini warga desa dapat membeli sayuran dan telur langsung dari kami, tanpa harus pergi jauh ke Pontianak,” ungkap Sarini.

Dia mengatakan, kondisi pertumbuhan balita di lingkungannya juga menunjukkan perkembangan positif.

“Kini kasus balita yang tidak naik berat badan selama tiga bulan berturut-turut sudah tidak lagi kami temui di Kubu Raya,” tambahnya.

Lanjutkan Program

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Program PASTI yang resmi mengakhiri periode pelaksanaannya pada Oktober 2026, setelah berjalan selama 46 bulan.

Sebagai bagian dari penutupan program, PASTI menyerahkan dokumen pembelajaran dan praktik baik kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Penyerahan ini diharapkan menjadi bekal bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan berbagai inisiatif yang telah dibangun.

Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, perangkat daerah tingkat provinsi, serta Yayasan Wahana Visi Indonesia.

Agenda kegiatan meliputi diseminasi hasil program, pemaparan pembelajaran dan praktik baik, diskusi penyelarasan komitmen lintas sektor, serta serah terima dokumen dan materi program.

Dokumen yang diserahkan mencakup modul, buku hasil refleksi, dan dokumentasi praktik baik selama pelaksanaan program. Seluruh materi tersebut diharapkan menjadi referensi dalam memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program penurunan stunting di Kalimantan Barat.

PASTI merupakan program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Tanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), serta PT Bank Central Asia Tbk melalui inisiatif Bakti BCA. Pelaksanaan program dilakukan oleh Yayasan Wahana Visi Indonesia.

Meski periode program telah berakhir, keberlanjutan intervensi menjadi pekerjaan penting yang harus dilanjutkan. Sinergi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar praktik baik yang telah berkembang tidak berhenti sebagai capaian program semata.

Dengan mengintegrasikan pembelajaran tersebut ke dalam perencanaan pemerintah daerah, berbagai inovasi desa diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga, remaja, serta masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat layanan kesehatan dan gizi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola pengasuhan dan pemenuhan gizi, serta memastikan percepatan penurunan stunting berjalan secara berkelanjutan.***


Penulis : Andi Ridwansyah/biz
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar