Dampak Kenaikan Plastik, UMKM Sambas Terpaksa Naikkan Harga Jual

13 April 2026 14:34 WIB
Plastik, Termasuk cup plastik minuman mengalami kenaikan di Sambas, Senin (13/4)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kenaikan harga kemasan plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai menekan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sambas. 

Lonjakan harga yang terjadi serentak di tingkat distributor hingga grosir membuat para pelaku usaha harus putar otak untuk bertahan.

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa mengambil langkah sulit, mulai dari menaikkan harga jual, mengurangi porsi dagangan, hingga membebankan biaya tambahan kantong plastik kepada konsumen.

Rosi, seorang pedagang sembako, mengungkapkan kenaikan harga mulai terasa sekitar sepekan setelah mencuatnya isu konflik internasional antara Amerika dan Iran.

“Semua distributor naikkan harga. Hampir semua jenis kemasan ikut naik,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia mencontohkan, botol plastik sekali pakai untuk jus buah yang dijualnya kini naik hingga Rp20 ribu per lusin. Sementara itu, kemasan jenis thinwall yang biasa digunakan untuk wadah makanan mengalami kenaikan lebih tinggi, mencapai Rp40 ribu.

Kondisi tersebut memaksanya menaikkan harga jual jus sebesar Rp2 ribu per botol. Meski demikian, Rosi mengaku harus ekstra memberi pemahaman kepada pelanggan agar tetap bertahan di tengah situasi sulit.

Hal serupa juga dirasakan Yanti, pedagang jajanan pasar keliling. Ia menyebut kenaikan harga plastik sebenarnya sudah mulai terjadi sejak sebelum Idul Fitri atau awal Maret lalu, namun kini kian tak terkendali.

“Sekarang hampir naik 100 persen. Plastik kecil dari Rp3 ribu jadi Rp6 ribu, yang sedang dari Rp5 ribu jadi Rp9 ribu,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Yanti, harga masih terus bergerak naik. Dalam satu hari saja, ia mencatat kenaikan kembali mencapai Rp2 ribu.

Para pedagang berharap lonjakan harga ini segera stabil. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya memberatkan mereka sebagai penjual, tetapi juga berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

“Kami cuma berharap tidak ada kenaikan lagi. Kalau terus begini, pedagang dan pembeli sama-sama kesulitan,” tutupnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar