Penahan Abrasi Pantai di Matang Danau Sambas Segera Rampung, Tiap Tahun Abrasi Hantam 8 Meter Garis Pantai

22 April 2026 14:31 WIB
Penahan Abrasi Pantai Matang Danau sudah hampir rampung, Rabu (22/4/2026). (insidepontianak.com/Antonia Sentia).

SAMBAS, insidepontianak.com – Pembangunan penahan abrasi pantai di Desa Matang Danau disambut positif oleh warga. Namun, sebagian wilayah yang belum tertangani masih berpotensi terdampak abrasi dan mengancam akses antar desa.

Kepala Desa Matang Danau, Halipi, mengungkapkan bahwa proyek tersebut merupakan jawaban atas keluhan panjang masyarakat yang selama ini khawatir akan dampak abrasi yang kian mengkhawatirkan.

“Alhamdulillah, kami masyarakat Matang Danau sangat bersyukur. Apa yang selama ini kami keluhkan akhirnya didengar dan direalisasikan oleh pemerintah,” katanya, Rabu (22/4/2026). 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sambas, DPRD Kabupaten Sambas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat.

Halipi menambahkan bahwa ancaman abrasi belum sepenuhnya teratasi. Ia berharap pembangunan penahan pantai dapat terus dilanjutkan, mengingat masih ada titik-titik rawan yang berpotensi terputus.

“Masih ada sekitar 270 meter penghubung antara Desa Matang Danau dengan Desa Kalimantan yang belum dibangun. Kalau ini tidak dilanjutkan, bisa putus, karena setiap tahun pantai di sini terkikis sekitar 8 meter,” jelasnya.

Kondisi abrasi di wilayah tersebut bahkan tergolong ekstrem. Halipi menyebut, berdasarkan data Surat Keterangan Tanah (SKT) warga sejak tahun 1970-an, jarak dari daratan ke laut dulunya mencapai sekitar 400 meter. Namun kini, jarak tersebut menyusut drastis hingga tersisa hanya sekitar 2 meter dari badan jalan.

“Ini menunjukkan abrasi sangat kuat. Kalau tidak segera ditangani, Dusun Matang Putus benar-benar bisa terputus,” katanya.

Kata dia untuk penahanan abrasi pantai di Matang Danau, pembangunan ditargetkan rampung pada Mei 2026, dengan masa pemeliharaan selama delapan bulan.

Meski pembangunan sudah berjalan, masyarakat berharap pemerintah tidak berhenti sampai di sini. Mereka mendambakan kelanjutan proyek pada tahun depan agar ancaman abrasi tidak semakin meluas dan memutus akses antar desa.

“Harapan kami sederhana, semoga pembangunan ini bisa terus dilanjutkan demi keselamatan wilayah dan masyarakat kami,” tutupnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar