Pertanian Padi Sambas Hadapi Tantangan, Petani Mulai Beralih ke Komoditas Lain

12 Mei 2026 16:27 WIB
Perkebunan Jeruk Moraga di Kabupaten Sambas. (istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com - Di tengah peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG) tahun 2025, sektor pertanian padi di Kabupaten Sambas masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan lahan sawah produktif.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, M Syafaat, mengatakan perubahan iklim dan intrusi air menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani di sejumlah wilayah.

Selain itu, kata dia, sebagian petani mulai beralih ke komoditas lain yang dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kelapa sawit, jeruk, dan buah naga.

"Kondisi tersebut turut berdampak pada berkurangnya lahan sawah aktif di beberapa daerah," jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pertanian Sambas juga mengakui terdapat lahan pertanian yang tidak lagi digarap akibat gangguan kualitas air dan menurunnya produktivitas lahan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sambas terus berupaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian pangan melalui regulasi perlindungan lahan sawah produktif.

“Untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian, Pemerintah Kabupaten Sambas telah menerbitkan regulasi perlindungan lahan sawah produktif melalui Peraturan Bupati Sambas Nomor 71 Tahun 2022,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar