Bupati Ontot Minta FKDM Deteksi Dini ATHG Sebelum Konflik Terjadi
SANGGAU, insidepontianak.com – Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengukuhkan pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sanggau periode 2026-2030 di Aula Daranante, Kamis (8/10/2026).
Pengukuhan tersebut dirangkai dengan rapat koordinasi penanganan konflik di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, perwakilan Kesbangpol Provinsi Kalbar, Wakil Ketua FKDM Provinsi Kalbar Jakius Sinyor, Dandim 1204/Sgu Letkol Inf. Nurrachman Gindha Dradhizya, Kasat Intelkam Polres Sanggau AKP Suprianto, Korwil BIN Sanggau mewakili Kabinda Kalbar Seven Gogo, serta perwakilan Yonif TP 833/BD.
Turut hadir perwakilan instansi vertikal, para camat se-Kabupaten Sanggau, dan sejumlah tokoh organisasi masyarakat.
Usai mengukuhkan pengurus FKDM, Yohanes Ontot menekankan pentingnya peran FKDM dalam mendeteksi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
"Tugas FKDM itu mendeteksi, membaca potensi konflik dan melakukan pembinaan agar potensi tersebut bisa dicegah lebih awal," kata Yohanes Ontot.
Menurutnya, deteksi dini menjadi penting karena konflik tidak muncul secara tiba-tiba. Biasanya, terdapat gejala atau tanda-tanda awal yang dapat diamati di tengah masyarakat.
Gejala tersebut, kata Yohanes, bisa bermula dari berbagai persoalan, termasuk ujaran kebencian di media sosial hingga munculnya aliran kepercayaan yang dinilai menyimpang.
"Di sinilah peran FKDM. Meskipun kondisi Sanggau saat ini kondusif, tetapi potensi kerawanan tetap ada," ujarnya.
Terlebih, Kabupaten Sanggau akan menghadapi pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 2027. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kewaspadaan dan komunikasi yang baik di tengah masyarakat.
Karena itu, Yohanes meminta keberadaan FKDM tidak hanya berada di tingkat kabupaten. Ia mendorong agar FKDM juga segera dibentuk dan diaktifkan hingga tingkat kecamatan.
"Jika ada aturan yang membolehkan, saya minta Kepala Badan Kesbangpol bantu dianggarkan dan segera bentuk FKDM sampai tingkat kecamatan," pintanya.
Yohanes juga mengingatkan pengurus FKDM yang baru dikukuhkan untuk menjaga netralitas dalam menjalankan tugas. FKDM diminta tidak berpihak kepada kelompok tertentu dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
"Jangan memihak kelompok mana pun. Bangun komunikasi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan aparat desa," tegasnya.
Ia meminta setiap indikasi atau gejala yang berpotensi memicu konflik segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
"Kepada para camat saya tegaskan, segera bentuk dan aktifkan lagi FKDM kecamatan," pungkasnya. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment