Wabup Sanggau Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor di Entikong, Lima KK Terdampak

5 November 2026 14:09 WIB
Foto: insidepontianak.com -- Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena saat meninjau lokasi bencana. (Ist)

SANGGAU, insidepontianak.com -- Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menginstruksikan percepatan penanganan bencana tanah longsor yang menerjang Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong. Sebanyak lima kepala keluarga (KK) atau 13 jiwa terdampak bencana tersebut.

Selain memastikan bantuan bagi warga terdampak segera disalurkan, Susana juga meminta seluruh perangkat daerah terkait mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

Susana menegaskan, penanganan bencana tidak boleh hanya berfokus pada pembersihan material longsoran. Pemenuhan kebutuhan dasar serta jaminan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Saya minta BPBD segera memastikan bantuan logistik bagi lima kepala keluarga atau 13 jiwa yang terdampak longsor di Dusun Nekan, Desa Nekan, Kecamatan Entikong, segera disalurkan, terutama bagi keluarga yang saat ini harus mengungsi,” tegas Susana, Kamis (5/11/2026).

Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mendistribusikan bantuan berupa beras, mi instan, makanan siap saji, dan air mineral kepada seluruh keluarga terdampak.

Perhatian khusus juga diberikan kepada keluarga Selamet Mulyadi yang saat ini terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Selain bantuan logistik, Susana menginstruksikan koordinasi lintas sektor untuk mendatangkan alat berat berupa excavator mini guna membersihkan material longsoran sekaligus mengamankan kawasan permukiman warga.

Menurutnya, mobilisasi alat berat dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak terkait, termasuk memanfaatkan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

“Kita juga harus bergerak cepat menangani material longsoran dengan berkoordinasi untuk menghadirkan alat berat. Jangan sampai kondisi ini semakin membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Susana juga meminta dilakukan kajian teknis terhadap kondisi tanah dan bangunan di sekitar lokasi terdampak. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta bekerja sama dengan BPBD untuk memverifikasi tingkat kerusakan dan mengkaji kelayakan bangunan maupun kondisi tanah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan apakah rumah warga masih aman ditempati atau diperlukan penanganan jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi mandiri.

“Saya juga meminta dinas teknis terkait bersama BPBD turun langsung melakukan kajian terhadap kondisi tanah dan bangunan warga. Ini penting untuk memastikan apakah rumah-rumah tersebut masih layak ditempati atau perlu dipertimbangkan langkah relokasi demi keselamatan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, Camat Entikong dan Kepala Desa Nekan diminta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar lereng dan kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Susana menegaskan, warga harus bersedia dievakuasi sementara apabila kondisi di sekitar tempat tinggal dinilai tidak aman.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, warga harus bersedia dievakuasi sementara. Kita tidak ingin ada korban jiwa akibat bencana ini,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, BPBD bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) juga diminta terus memantau kondisi cuaca dan situasi di lapangan.

Laporan perkembangan penanganan bencana harus disampaikan secara berkala kepada pimpinan daerah agar setiap kondisi darurat dapat segera ditindaklanjuti.
Susana berharap seluruh perangkat daerah dan pihak terkait dapat bergerak bersama dalam menangani dampak bencana tersebut.

Menurutnya, kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Seluruh pihak harus bergerak cepat, saling berkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan warga dalam setiap langkah penanganan,” pungkasnya. (*)


Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar