Lima Tahun Menanti, Nenek Rusmani Akhirnya Merdeka dari Listrik Tetangga

1 November 2026 18:24 WIB
Nenek Rusmani menerima bantuan dari YBM PLN UID Kalimantan Barat sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat penerima manfaat Program BPBL di Desa Karimunting, Bengkayang. (Istimewa)

BENGKAYANG, insidepontianak.com – Di rumah Nenek Rusmani (70), hanya ada satu bola lampu yang menggantung di ruang tengah. Hanya menyala saat malam. Cahayanya pendar.

Maklum, listrik dialirkan dari rumah tetangga. Tegangannya terbatas. Karena itu, lampu digunakan secukupnya. Ia pun segan untuk menambah penerangan.

Meski begitu, setiap bulan, lansia warga Desa Karimunting tersebut tetap harus membayar Rp150 ribu. Baginya, biaya itu cukup mahal.

Sebab, ia sudah tak punya penghasilan tetap. Uang makan sehari-hari hanya mengandalkan kiriman anak yang bekerja di luar kota.

Dari uang makan itulah bayar listrik ke tetangga disisihkan. Setidaknya, kondisi itu sudah dijalani selama lima tahun belakangan ini.

Sebenarnya, Nenek Rusmani sangat ingin punya kWh sendiri. Biar rumah bisa lebih terang saat malam. Biar tak sungkan lagi kalau mau nambah bola lampu.

Harapan itu akhirnya terwujud. Di tengah riuh perhelatan Gema Membangun Desa (GMD) di Lapangan Gamora, nama Nenek Rusmani dipanggil.

Ia menjadi satu dari penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis dari pemerintah lewat PLN. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalbar, Ria Norsan.

Petugas PLN pun gerak cepat memasang kWh. Nenek Rusmani sangat bahagia. Ia tak menyangka, keinginannya terwujud pada Jumat (30/10/2026).

Kini, ia tak perlu merasa tidak enakan dengan tetangga kalau harus menyalakan lampu saat siang. Sebab, listrik sudah punya sendiri. Bola lampu bisa dipasang lebih besar. Nyalanya menambah semangat saat malam tiba.

“Terima kasih atas bantuan ini,” ucapnya lirih.

Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, berharap listrik ini tidak hanya memberi kenyamanan.

“Tetapi juga membawa manfaat lebih luas bagi kehidupan Nenek Rusmani,” lanjut Made.

General Manager PLN UID Kalbar, Maria G.I. Gunawan, mencatat hingga Oktober 2026 program BPBL telah menyasar 4.900 rumah tangga di Kalimantan Barat.

“Bagi sebagian kita, menyalakan lampu itu hal biasa. Tapi bagi yang bertahun-tahun menanti, satu titik cahaya punya arti luar biasa. Ada kemandirian dan harapan di sana,” tutur Maria.

Malam di Desa Karimunting kini terasa beda bagi Rusmani. Lampu rumahnya menyala dari listrik sendiri. Cahaya itu adalah akhir dari penantian lima tahun.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar