Santri Ponpes Labbaik Asal Kayong Utara Meninggal, Wajah Penuh Lebam, Keluarga Tuntut Usut Tuntas

13 Maret 2026 11:21 WIB
Irfan Zaki Azizi saat dirawat intensif di RS Antonius Pontianak. (Istimewa)

KAYONG UTARA, insidepontianak.com — Santri Pondok Pesantren Labbaik Indonesia Kubu Raya, Irfan Zaki Azizi, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Jumat (13/3/2026).

Remaja asal Kabupaten Kayong Utara itu mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 07.00 WIB setelah beberapa hari dirawat intensif. Sejak dirawat, kesadarannya memang sudah tak stabil dan terus menurun. 

Wajah Azizi penuh lebam. Memar kebiruan tampak di sekitar mata dan pipi. Bibirnya bengkak. Sementara di bagian kening terlihat benjolan melebar. Ia diduga mengalami kekerasan. Kabar meninggalnya Azizi disampaikan oleh sang paman, Rio.

“Iya, ponakan saya meninggal sekitar jam 7 pagi tadi. Saya tidak sempat menyusul ke Pontianak,” ujar Rio saat dikonfirmasi, Jumat (13/3/2026).

Menurut Rio, jenazah Azizi telah dimandikan dan dikafankan di Pontianak sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kayong Utara untuk dimakamkan.

Keluarga berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan peristiwa yang menimpanya dapat diusut secara tuntas dan transparan.

“Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan keadilan di dunia,” tambahnya.

Sebelumnya, kedua orang tua Azizi, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, semula hanya menerima kabar dari pihak pesantren bahwa sang anak dirawat di rumah sakit karena alergi obat parasetamol.

Kabar itu membuat keduanya cemas. Tanpa menunggu lama, mereka berangkat dari Kayong Utara menuju Kubu Raya. Namun setibanya di rumah sakit, kondisi yang mereka lihat jauh berbeda dari penjelasan awal. Azizi sudah tidak sadarkan diri dan berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Kamis (12/3/2026).

Melihat kondisi tersebut, keluarga mulai curiga. Mereka menduga Azizi tidak sekadar sakit karena alergi obat, melainkan kemungkinan mengalami kekerasan.

Kecurigaan itu semakin menguat setelah dokter jaga di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar yang pertama menangani Azizi menyampaikan adanya dugaan trauma di bagian kepala.

Karena kondisinya terus menurun, Azizi kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf. 

Terpisah, Kepala Sekolah Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Aswandi Alfatih, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab kondisi yang dialami korban.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada kekerasan atau tidak. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter,” katanya.

Kasus dugaan kekerasan yang dialami Azizi kini mulai diselidiki Satreskrim Polres Kubu Raya. Laporan dari orang tua korban telah diterima.

“Kami masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah ada unsur penganiayaan atau penyebab lain,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Kamis (12/3/2026).

Menurut Ade, penyelidikan masih berada pada tahap pengumpulan keterangan saksi.

“Pengelola pesantren juga akan dimintai keterangan,” pungkasnya.***

 


Penulis : Muhammad Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar