BPBD Kayong Utara Jelaskan Mekanisme BTT untuk Penanganan Kabut Asap Karhutla

8 Oktober 2026 16:36 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri/IST

KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan darurat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Namun, penggunaan anggaran tersebut harus melalui mekanisme penganggaran dalam APBD Perubahan, termasuk tahapan administrasi dan persetujuan sebelum dapat direalisasikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan alokasi BTT untuk penanganan bencana sebenarnya telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

"Ada anggaran Kayong BTT, cuma mekanisme penganggaran itu kan di bulan September sama Oktober ini ada perubahan," ujar Fathul Bahri, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, besaran BTT yang dapat digunakan masih harus menunggu proses perubahan anggaran. Setelah tahapan tersebut selesai, anggaran baru dapat direalisasikan melalui proses administrasi dan penyempurnaan dokumen.

"Uangnya ada, cuma mekanisme untuk berapa jumlahnya yang akan disiapkan di BTT kan menunggu proses mekanisme perubahan. Paling lambat kemarin tanggal 30 September, nah di 30 September pun nanti Oktober pertengahan baru bisa direalisasikan karena ada proses penyempurnaan, administrasi, sampai persetujuan dari Kementerian," jelasnya.

Meski proses penganggaran berlangsung, Fathul Bahri memastikan penanganan karhutla di lapangan tetap berjalan. BPBD bersama unsur terkait masih memanfaatkan sumber daya dan bantuan yang tersedia untuk mendukung penanganan darurat.

Terlebih, pemerintah daerah telah menerima bantuan dari Presiden sebesar Rp20 miliar untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat, termasuk di Kayong Utara.

Fathul Bahri mengatakan bantuan tersebut membuat alokasi BTT yang sebelumnya dipersiapkan khusus untuk karhutla dapat dialihkan untuk kebutuhan penanganan bencana lainnya.

"Awal-awal kawan-kawan ya bekerja, barangnya ada dari BTT. Dan alhamdulillah ketika tanggal 9 September kita dapat bantuan. Jadi BTT yang untuk karhutla itu bisa ditiadakan, karena kita ada bantuan Rp20 miliar, kita geser untuk BTT keperluan yang lain," katanya.

Ia menegaskan, dana bantuan Rp20 miliar tersebut akan dioptimalkan untuk kebutuhan tanggap darurat kabut asap akibat karhutla sesuai petunjuk penggunaannya.

"Yang Rp20 miliar itu yang kita optimalkan karena petunjuknya seperti itu, bisa dioptimalkan saat tanggap darurat asap akibat karhutla," ujarnya.

Fathul Bahri menambahkan, apabila nantinya terdapat sisa dana, anggaran tersebut akan tetap berada dalam kas daerah dan penggunaannya disesuaikan dengan ketentuan serta petunjuk lebih lanjut.

"Kalaupun ada lebih, nanti masuk dalam kas daerah dan peruntukannya sesuai untuk karhutla juga sambil menunggu petunjuk yang lain," pungkasnya. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar