KPAID Kubu Raya: ABH Kasus Molotov Butuh Ruang Didengar, Kondisinya Sudah Stabil

20 Februari 2026 11:52 WIB
Ilustrasi - Sekolah tempat siswa itu mengenyam pendidikan. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Siswa pelempar molotov di Kubu Raya, dipastikan telah mendapat pendampingan psikologis.

Ia mengalami guncangan mental dan memendam tekanan emosi. Pemicu utamanya bukan karena terpengaruh ajaran ideologi tertentu, melainkan kebutuhan untuk didengar.

“Dia butuh ruang bercerita. Kondisi keluarganya sedang sakit semua,” ujar Ketua KPAID Kubu Raya Diah Savitri, Jumat (20/2/2026).

KPAID telah tiga kali melakukan pendampingan psikologis dan rohani. Dari proses itu diketahui anak tersebut mengalami tekanan emosi yang cukup lama.

Ia juga meluruskan isu keterlibatan jaringan. Menurutnya, anak hanya mencari tempat berkomunikasi di komunitas daring.

“Bukan bagian jaringan. Hanya mencari teman curhat,” tegasnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri melalui juru bicara Mayndra Eka Wardhana menyebut siswa tersebut terpapar konten kekerasan komunitas True Crime Community dan menjadi korban perundungan. Faktor itu memengaruhi aksinya.

Kini kondisi anak dinyatakan baik. KPAID mengusulkan rehabilitasi setelah proses hukum selesai dengan rujukan ke Kementerian Sosial.

Hak pendidikannya pun dijamin tetap berjalan dan Dinas Pendidikan akan memfasilitasi kelanjutan sekolahnya.***


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar