Santri Asal Kayong Utara Dirawat Intensif di RS dengan Lebam di Wajah, Keluarga Minta Diusut

12 Maret 2026 20:17 WIB
Irfan Zaki Azizi dirawat intensif di RS Antonius Pontianak. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com — Irfan Zaki Azizi terbaring lemah di ranjang Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Kesadarannya belum stabil.

Wajah remaja itu penuh lebam. Memar kehitaman terlihat jelas di sekitar mata dan pipi. Bibirnya pun bengkak. Di keningnya juga tampak benjolan cukup besar.

Azizi adalah santri asal Kabupaten Kayong Utara yang mondok di Pesantren Labbaik Indonesia, Kabupaten Kubu Raya. Ia diduga mengalami kekerasan.

Kedua orang tuanya, Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah, semula hanya menerima kabar dari pihak pesantren bahwa sang anak dirawat di rumah sakit karena alergi obat parasetamol.

Kabar itu membuat keduanya cemas. Tanpa menunggu lama, mereka segera berangkat dari Kayong Utara menuju Kubu Raya.

Namun setibanya di rumah sakit, kenyataan yang ditemui jauh berbeda dari penjelasan awal. Azizi sudah tidak sadarkan diri. Kondisinya mengkhawatirkan.

“Setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Kamis (12/3/2026).

Melihat kondisi tersebut, keluarga mulai curiga. Mereka menduga Azizi tidak sekadar sakit karena alergi obat, melainkan kemungkinan mengalami kekerasan.

Kecurigaan itu semakin menguat setelah dokter jaga di Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar yang pertama menangani Azizi menyampaikan adanya dugaan trauma di bagian kepala.

Karena kondisinya terus menurun, Azizi kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf.

Hingga kini, kesadaran Azizi belum pulih. Ia direncanakan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pemantauan lebih lanjut.

Keluarga berharap pihak pesantren dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Mereka juga mendesak agar kasus ini diusut secara serius.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Aswandi Alfatih, mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut.

“Saat ini kami masih di rumah sakit untuk mencari penyebabnya. Jadi belum bisa disimpulkan apakah ada tindak kekerasan atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari dokter terkait kondisi Azizi.

“Kami tidak bisa memastikan soal kesadarannya karena itu ranah medis. Namun yang kami ketahui, kondisinya belum kembali normal seperti biasa,” katanya.

Ia juga meminta doa dari masyarakat agar Azizi segera pulih sehingga peristiwa yang dialaminya dapat segera terungkap.

“Mohon doanya agar santri kami cepat sembuh dan kejadian ini segera menemukan titik terang,” tutupnya.***


Penulis : Muhammad Fauzi
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar