Kepala BGN Datang ke Perbatasan Sambas, Klaim Tak Ada Masalah Meski Ratusan Anak di Kalbar Keracunan

12 Februari 2026 13:41 WIB
Tampak para siswa mendapatkan perawatan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis (12/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, menyatakan tidak menemukan persoalan serius di daerah, meski sebelumnya ratusan anak di Kalbar dilaporkan mengalami keracunan massal.

Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik, mengingat kasus keracunan yang menimpa anak-anak di sejumlah wilayah Kalbar sempat memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait keamanan pangan dan pengawasan distribusi makanan.

Dalam kunjungannya itu Kepala BGN ini menyebut kondisi di lapangan tetap terkendali dan tidak ada masalah sistemik yang perlu dikhawatirkan. 

“SPPG yang kita lihat kualitasnya bagus-bagus," katanya.

Sebelumnya, pada September 2025, kasus keracunan juga terjadi di SDN 12 Benua Kayong, Ketapang, di mana puluhan siswa mengalami gejala mual, muntah, hingga sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG yang diduga mengandung ikan hiu, yang kemudian jadi sorotan publik karena tidak layak bagi anak sekolah.

Terbaru, di Ketapang  bulan Februari 2026 ini,  sekitar 417 orang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalbar. Korban terdiri dari siswa, guru, dan relawan MBG. Sebagian besar sudah dipulangkan, tetapi satu pasien masih menjalani perawatan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang.

Dalam kunjungan lapangan di Sambas itu, Kepala BGN ini yakin dengan penerapan SOP pengelola yang dianggap sudah baik, meskipun faktanya ratusan anak mengelami keracunan, itu khusus di Kalbar saja.

"SOPnya juga sangat baik. Sehingga jarang ada kejadian, bahkan hampir tidak pernah ada kejadian yang berarti," ucapnya.   

Meski demikian, sejumlah pihak berharap evaluasi tetap dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait standar keamanan pangan, distribusi makanan, serta pengawasan di sekolah-sekolah dan fasilitas umum.

Kasus keracunan yang melibatkan ratusan anak di Kalbar sebelumnya sempat menjadi perhatian luas. Orang tua siswa meminta transparansi penyebab kejadian serta jaminan agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Kunjungan Kepala BGN ke perbatasan Sambas disebut sebagai bagian dari agenda pemantauan langsung program dan kondisi layanan gizi di daerah, termasuk memastikan distribusi pangan berjalan sesuai standar.

Pemerintah daerah pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor demi menjamin keamanan konsumsi masyarakat, khususnya bagi anak-anak. 

Publik kini menunggu langkah konkret lanjutan dari pemerintah pusat dan daerah, agar insiden keracunan yang terjadi benar-benar menjadi evaluasi serius demi perlindungan kesehatan generasi muda di Kalimantan Barat.

Peninjauan dilakukan di dapur MBG Desa Sepadu, Kecamatan Teluk Keramat, kemudian dilanjutkan ke Desa Semangau dan Desa Saing Rambi. Kegiatan tersebut turut didampingi Bupati Sambas Satono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sambas. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar