BMKG: Kubu Raya Masih Berpotensi Karhutla, Hujan Belum Merata
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Minimnya hujan dalam beberapa hari terakhir membuat wilayah Kabupaten Kubu Raya masih berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kalimantan Barat, Sutikno, mengatakan potensi karhutla masih terbuka karena kondisi hujan di Kalbar belum merata hingga beberapa hari ke depan.
“Tentunya potensi karhutla juga masih ada karena kondisi hujan yang belum merata,” kata Sutikno kepada insidepontianak.com, Jumat (6/3/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan data pemantauan terbaru, jumlah titik panas di Kalbar saat ini mencapai 206 titik. 40 di antaranya di Kubu Raya.
Dari jumlah tersebut, 14 titik masuk kategori tinggi, 184 titik kategori menengah, dan 8 titik kategori rendah.
Banyaknya titik panas tersebut menjadi indikator meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang kondisi lahannya mulai kering.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami juga mengimbau agar masyarakat mengantisipasi kualitas udara yang buruk di beberapa wilayah, agar menggunakan masker saat melakukan kegiatan di luar ruangan,” imbaunya.
Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca tiga harian yang dirilis Stasiun Meteorologi Supadio, wilayah Kubu Raya diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Namun, pada Jumat (6/3/2026), BMKG menyatakan tidak terdapat potensi cuaca signifikan di Kalbar.
Potensi hujan baru diperkirakan terjadi pada Sabtu di beberapa wilayah, yakni Ketapang, Kubu Raya, dan Landak. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment