Dampak Perubahan Iklim Nyata, Bahasan Ajak Warga Tanam Satu Rumah Satu Pohon
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak seluruh warga kota untuk menanam minimal satu pohon di setiap pekarangan rumah.
Gerakan sederhana ini dinilai penting guna meredam dampak perubahan iklim global yang kini mulai dirasakan.
Fenomena alam seperti perubahan pola curah hujan ekstrem, ancaman banjir, hingga kekeringan panjang menjadi alasan utama gerakan menanam pohon harus masif dilakukan.
“Kalau ada satu pohon satu rumah, insyaallah ini makin menambah kesejukan saat musim panas datang,” ujar Bahasan saat aksi kerja bakti di TPA Batulayang, Sabtu (6/6/2026) pagi.
Bagi Bahasan, pohon di pekarangan sangat penting karena berfungsi efektif sebagai ‘AC alami’ untuk mendinginkan suhu Kota Pontianak saat kemarau melanda.
Selain menanam pohon, ia juga meminta masyarakat mulai membatasi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari demi menekan volume limbah.
Warga juga diimbau untuk semakin disiplin membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.
Bahasan juga menyentuh aspek religius dan sosial masyarakat dalam mengampanyekan gerakan menjaga kebersihan lingkungan kota ini.
Ia menegaskan, tindakan membuang sampah sembarangan—terutama ke dalam parit—merupakan perbuatan tercela yang merugikan banyak orang dan dilarang agama.
“Merawat lingkungan dan menjaga selokan tidak tersumbat itu jauh lebih mulia daripada sekadar membangun gedung-gedung tinggi,” tegas Bahasan.
Ia memastikan Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen penuh melakukan langkah mitigasi serta adaptasi perubahan iklim melalui program pembangunan hijau berkelanjutan.
“Saat ini kita telah beralih ke sistem sanitary landfill dan berupaya menutup zona open dumping di TPA Batulayang," jelasnya menambahkan.
Melalui sistem baru ini, sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir akan ditimbun dan diisolasi dengan aman agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
Pemkot Pontianak juga tengah mengembangkan program Local Service Delivery Environment Project (LSDP) yang bekerja sama langsung dengan Bank Dunia.
Program berteknologi modern ini bertujuan mengubah sampah menjadi barang baru yang bernilai guna tinggi serta memiliki manfaat ekonomis bagi warga.
Sampah organik nantinya akan diolah menjadi kompos dan gas lewat sistem biodigester yang ramah terhadap ekosistem.
Sementara itu, sampah plastik yang sulit terurai akan dikonversi menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui sistem pemanasan atau pirolisis.
Bahasan tak lupa menyerukan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pontianak untuk menjadi pelopor lingkungan di tengah masyarakat.
Para abdi negara diminta aktif mengedukasi warga sekitar mengenai pentingnya menjaga lingkungan agar menjadi budaya, bukan sekadar seremonial tahunan.
Aksi peringatan Hari Lingkungan Hidup ini kemudian ditutup dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol dimulainya gerakan penghijauan kota.***
Penulis : Abdul/ril
Editor : -
Tags :

Leave a comment